Hadiah Pemimpin

Maka berlomba-lombalah pemimpin di kampung Lampateh mendaftarkan diri untuk berkurban. Padahal, jauh sebelum hari raya, mereka tak pernah berbuat macam itu. Misal kepedulian mereka terhadap jalan kampung, tak kuasa dihitung lubang-lubang menganga di badan jalan. Belakangan ini pun pemimpin kampung Lampateh gencar membagi-bagikan warga sembako dan tunjangan hari raya serta melakukan amal baik lainnya.

Kemarin pagi, jalan aspal yang terkelupas di kampung Lampateh itu ditambal. Kata pekerja, itu perintah pemimpin sagi utara. Penduduk kaget mendengarnya. Dalam rangka apa ini? Tanya hati mereka. Biasanya ketika acara tujuh belasan baru diperbaiki jalan meski asal-asalan.

Dan sore kemarin, penduduk Lampateh mendapat sepaket sirup. Sayup-sayup mereka dengar dari ocehan ibu-ibu yang duduk di rangkang-rangkang, itu sedekah dari pemimpin sagi selatan. Oh, betapa kagetnya mereka. Biasanya, seumur-umur memimpin, pemimpin sagi selatan itu tak pernah tercatat dalam sejarah berbaik amal untuk rakyatnya. Heran!

Tadi malam, rumah segala rumah di kampung Lampateh didatangi orang-orang yang menjinjing kantung-kantung hitam. Di dalamnya mereka lihat–setelah diberikan pada mereka masing-masing satu kantung–sepaket kain sarung lebaran. Rata-rata sarung kotak-kotak. Dan beberapa orang berprasangka, itu sedekah dari pemimpin sagi timur. Haha, seumur-umur pemimpin sagi timur itu memimpin, sebiji kacang tojin saja tak diizinkan buat kami ketika berhariraya ke rumahnya. Apa gerangan tiba-tiba pada berbuat baik.

Dan pagi tadi, rumah segala rumah di kampung Lampateh didatangi orang-orang lagi. Masing-masing penduduk disodorkan amplop putih yang sekujur tepinya bergaris miring biru dan merah. Hadiah pemimpin sagi barat, kata mereka. Setelah dibuka, isinya seratus ribu rupiah. Wah, tumben ia memberi mereka uang. Padahal sebelumnya pemimpin sagi barat tak pernah menghadiahi warga apa pun.

Barusan pemimpin dari sagi segala sagi itu mendatangi masjid mukim. Mereka semua memberi senyum yang sama model. Kalau ditebak-tebak, mereka menyuguhi warga senyum sok baik. “Taik!” Ujar beberapa orang setengah berbisik. Meski begitu, tujuan utama mereka ke masjid hanyalah untuk melihat penyembelihan hewan kurban. Lagian pemimpin-pemimpin beruban itu masing-masing mengurbankan empat kambing dan tiga lembu.

Oh, warga ragu bukan kepalang. Sekarang pemimpin-pemimpin itu begitu baik. Hari-hari sebelum jelang lebaran haji, perangai mereka selalu memandang warga sebelah mata. Lalu di lebaran kurban ini, mereka berlomba-lomba menjadi pemimpin terbanyak berkurban. Kenapa mereka itu tidak naik haji saja. Atau menghajikan warga yang kurang mampu jika mereka sudah berkali-kali ke Mekkah. Ah, itu urusan mereka. Anggap saja hari ini penyembelihan hewan kurban selesai. Maka sampai dua hari kemudian, mereka selalu hadir untuk menyaksikan penyembelihan hewan kurban. Warga heran, apa mereka tidak punya tamu?

Yah! Warga terhenyak dan tersentak kaget ketika dua bulan usai lebaran haji, pemilihan pemimpin mukim diadakan. Keempat pemimpin dari sagi segala sagi itu mencalonkan diri dan saling memperebutkan kursi mukim. Rinai-rinai bimbang pun timbul-tenggelam dalam hati warga hari itu. Karena begini, mereka telah berbuat baik kepada warga semua semenjak dua bulan belakangan, tidak enak rasanya jika warga tak memilih mereka.

Maka saat pemilihan berlangsung, warga tak tahu harus memilih siapa yang pantas menjadi kepala mukim. Apalagi warga teliti, usai lebaran haji hingga hari pemilihan itu, keseharian mereka selalu dipenuhi dengan amal kebaikan.

“Siapa yang pantas kami pilih Tuhan?” Seru warga hari itu.

Oleh Makmur Dimila; mahasiswa KPI-Jurnalistik Fakultas Dakwah IAIN Ar-Raniry angkatan 2009

(Telah dimuat Harian Aceh di rubrik Cang Panah)

Advertisements

Author: Makmur Dimila

A calm boy. Love reading, travelling, and writing.

Terimakasih telah berkunjung. Komentar Anda kebahagiaan kita. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s