Ulang Tanggal

Yang benar apa sih? Ulang tahun atau ulang tanggal lahir? Sepertinya tahun lahir tidak bisa dan tidak akan bisa diulang. Lihatlah kalender jika tidak percaya. Tahun berganti terus. Tapi kalau tanggal tetap dari 1-31. Setiap orang pasti lahir pada salah satu tanggal di antara 1-31. Dan ketika usia manusia genap satu tahun dan kelipatannya, manusia akan menyebutnya ulang tahun. Agaknya salah besar.

Simaklah. Jika manusia lahir pada 1 Januari 1991, maka seharusnya ia dikatakan akan mengulang tanggal lahirnya yang ke-20 (misalnya) pada tanggal 1 Januari 2011. Nah, bila dikatakan ulang tahun, tak cocok sekali. Dia tidak akan mengulang tahun lahirnya, tapi mengulang tanggal dan bulan lahirnya. Haha.

Maka suiapa yang menciptakan dan dari mana asal kata ulang tahun, dirgahayu, milad, happy birthday, dan HUT (Hari Ulang Tahun). Semoga tidak akan salah jika kepanjangan HUT adalah Hari Ulang Tanggal. Jika sudah begini, berarti lagu “Selamat Ulang Tahun” diganti dengan “Selamat Ulang Tanggal”.

Ahha, satu lagi, kenapa tidak disebut Selamat Ulang Hari, Selamat Ulang Jam, dan sebagainya yang terkait dengan waktu? Kenapa mesti Selamat Ulang Tahun. Mungkin nenek moyang kita telah menyepakatinya untuk menyebut ulang tahun saja biar lebih “gaul” nantinya.

Mungkin jika kata “ulang tahun” masih dipakai dan akan berlaku sampai kiamat, banyak remaja Aceh pun Indonesia yang mandi telur busuk saat ia memperingati atau secara tidak sadar ia diperingati hari kelahirannya. Orang yang berulang tahun akan jera dikerjain kawan-kawannya. Pertama sekali, kawannya minta ditraktirin, dibalenin, atau apa itu namanya, lalu dengan terpaksa orang yang berulang tahun akan menurut, sebab takut dicap “pelit” seumur hidup. Walau uangnya sekarat, dengan terpaksa orang yang berulang tahun membayar isi perut kawan-kawannya.

Oke kalau begitu. Kurang ajarnya saat usai acara makan-makan. Kawan-kawan orang yang berulang tahun sudah mengatur skenario untuk mempermalukannya di depan umum. Mereka diam-diam sudah menyiapkan tepung, telur busuk, air got, kotoran bintang, dan benda-benda lain tergantung lingkungan sekitar. Maka setelah melakukan transaksi, si anak yang berulang tahun akan disambut dengan perlakuan yang seharusnya tak perlu dari kawan-kawannya. Selain membuat dia malu, pakaiannya bau amis seminggu lamanya bahkan lebih. Segala aksesoris yang dipakainya saat itu bau amis sampai berhari-hari. Sehingga bagi pemalu, ia tak akan memakainya lagi. Akibatnya, ia meminta orang tua membeli barang baru. Seorang teman pernah mengalami hal seperti itu, helmnya sampai dibuang gara-gara dilempari telur ke bagian dalam helm. Manis sekali memang. Ini sering dipraktikkan remaja dan pemuda. Entah siapa yang menyuruhnya begini. Mungkin biar “gaul” kata mereka. Haha.

Tapi  coba secara islami meski tak ada dalil yang menganjurkan untuk merayakan hari ulang tahun. Secara kemaslahatan umat, buatlah semacam syukuran. Kawan-kawannya bisa membantu dana jika yang berulang tahun kurang mampu. Mana ada yang mau ya? Hom! Dan acara syukuran sepeti ini sudah ada yang membuatnya. Alhamdulillah. Dan jika terus dibiarkan penyebutan hari ulang tahun, maka budaya memperlakukan teman yang berulang tahun seperti di atas sepertinya tak akan berhenti. Misal memakai sebutan “Selamat Ulang Tanggal” ke depannya akankah budaya di atas hilang? Semoga! Karena biar bagaimanapun, tetap tanggal dan bulan lahir yang diulang, bukan mengulang tahun. Hehe.

(Telah dimuat Harian Aceh di kolom Cang Panah, 18-12-10)

Advertisements

Author: Makmur Dimila

A calm boy. Love reading, travelling, and writing.

Terimakasih telah berkunjung. Komentar Anda kebahagiaan kita. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s