Yourcenar, Penulis yang Tak Menikah

Ini kisah tentang penulis perempuan yang hidup sebatang kara sejak remaja. Ibunya meninggal 10 hari setelah melahirkannya. Ayahnya meninggal ketika perempuan yang tidak pernah menikah ini berusia 17 tahun. Kemudian karya-karya sastranya menjadi bacaan popular. Marguerite de Crayencour nama aslinya. Lahir di Belgia pada 1903.

Sampai berusia sembilan tahun, Marguerite menghabiskan masa kanak-kanaknya di suatu desa di Perancis Utara. Setelah itu dibawa ayahnya ke Paris dan tinggal di kota itu sampai dewasa, meski sesekali hijrah ke London dan Monte Carlo. Selama di Perancis atau di luarnya, Marguerite tak pernah belajar di sekolah umum, melainkan diasuh oleh  guru privat hingga ia lulus sebagai sarjana muda. Namun ia tidak melanjutkan pendidikannya secara formal. Selanjutnya ia hanya mencari pengetahuan dari pengalaman membaca.

Dalam pengantar buku Nouvelles Orientales, yang kemudian diterjemahkan Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) menjadi Cerita-cerita Timur disebutkan, bersama ayahnya dia membaca berbagai buku dengan suara keras: mereka bergantian membacakan karya-karya dalam bahasa Prancis, Latin, dan Yunani Kuno. Di saat Marguerite dewasa, jika ia membaca satu buku yang dianggapnya bagus, maka ia akan membacanya yang kedua kali. Sepanjang hayatnya pun ia suka membaca secara berulang-ulang sejumlah karya sastra  yang paling disukainya seperti novel-novel Thomas Hardy, Joseph Conrad, Leon Tolstoi, Thomas Mann, Selma Lagerlof, dan Henri de Montherlant, serta otobiografi Gandhi, juga drama-drama Henrik Ibsen dan Anton Chekov.

Dalam buku yang dicetak pertama pada November 2007 itu dijelaskan lagi, masa remaja Marguerite sudah terjun ke dunia sastra dengan menulis beberapa sajak dan drama yang amat terpengaruh oleh gaya Prancis klasik dan masih terasa kaku serta konvensional. Karangan-karangan dari masa mudanya itu diterbitkannya sendiri era 1921-1922. Masa itulah ia menciptakan nama samarannya, Yourcenar, yaitu hasil pemutarbalikan huruf-huruf nama aslinya, Crayencour.

Pada 1929, ayah Yourcenar meninggal. Ia pun mulai hidup sebatang kara: tak punya keluarga dan tak punya saudara dekat pun jauh. Pada tahun ini pula kariernya sebagai pengarang perempuan mulai diakui seiring terbit novel pertamanya, Alexis (Kisah Perjuangan Sia-sia). Perempuan yang kemudian terkenal dengan nama Marguerite Yourcenar itu hanya tinggal di hotel saja untuk melanjutkan hidupnya. Ia juga hidup nomaden: berpindah-pindah. Selain di Paris, ia bermukim di Monte Carlo, Inggris, Italia, Swiss, Austria, dan Yunani. Sebelum Perang Dunia II, ia menerbitkan beberapa buku dan menerjemahkan beberapa karya asing dari bahasa Inggris dan Yunani.

Marguerite Yourcenar tak pernah menikahi seorang lelaki pun. Namun ia berjumpa seorang perempuan Amerika Serikat, Grace Frick pada 1937. Perempuan inilah satu-satunya teman hidup Yourcenar selama 40 tahun kemudian. Lalu mereka membeli rumah dan menetap di sebuah pulau di Amerika Serikat sejak 1950 sampai akhir hayat mereka.

Sejak tinggal di Amerika Serikat dan menjadi warga negeri Paman Sam itu pada 1947, Yourcenar mengajar sastra Prancis di satu universitas Amerika Serikat. Inilah pekerjaannya selain menulis. Kemudian pada 1951, ia menerbitkan novel sejarah, Memoar Hadrianus dan disambut sukses besar. Novel ini tidak hanya populer dibaca oleh kalangan elit, tapi juga masyarakat biasa sehingga ia disanjung dan dikenal sebagai pengarang Prancis paling terkenal.

Antara 1951 dan 1971 kedua sahabat ini mengelilingi Eropa. Mereka berdua naik kapal dan kereta api untuk melintasi benua Biru dari barat ke timur dan dari utara ke selatan, dari satu hotel ke hotel lain. Sungguh kegemaran berkelana dua perempuan berusia 50 sampai 60 tahun itu betapa menunjukkan perempuan itu juga bisa dan harus independen, berani, dan luar biasa. Mereka tetap menulis dalam kurun waktu itu.

Namun pada 1979, sahabatnya, Grace Frick meninggal dunia. Yourcenar pun kembali hidup seorang diri. Meski begitu, ia terus menulis dengan menerbitkan beberapa buku, antara lain L’Oeuvre au Noir (Karya Sihir) pada 1968, yang langsung memeroleh salah satu hadiah sastra terpandang di Prancis (Prix Femina) dan kemudian menjadi bacaan populer. Kemudian ia belajar bahasa Jepang dengan menerjemahkan karya-karya pengarang Jepang. Dan saat berusia 60-an, Yourcenar menerbitkan karyanya paling terkenal yang mengisahkan keluarganya sampai masa kanak-kanaknya sendiri.

Sewaktu berusia 70-an atau sekitar 1970-an, Yourcenar jadi figur yang menjadi pusat perhatian umum. Berbagai wartawan segala jenis media massa pun datang ke kediamannya di pulau tadi guna mewawancarainya. Namanya kian tenar ketika diterima sebagai anggota Academie Francaise pada 1980, sebuah lembaga terhormat yang beranggotakan cendekiawan dunia dan lelaki semua. Yourcenar menjadi anggota perempuan pertama di lembaga beranggotakan yang dibatasi 40 orang saja. Ia pun mulai berkelana lagi ke Eropa dan Afrika sejak jadi anggota Acedemie Francaise. Dan saat usianya 80 tahun, ia mengunjungi Jepang, Thailand, Kenya, dan India.

Pada Desember 1987, Yourcenar menutup riwayat hidup dalam usia 84 tahun akibat serangan jantung.

Apa Kabar Perempuan Aceh?

Rasanya kisah Yourcenar dapat menjadi motivasi, contoh, dan inspirasi bagi perempuan Aceh. Sepertinya selama ini sangat sedikit penulis perempuan yang tumbuh di Tanah Rencong. Apalagi berkelana keliling dunia seperti dilakukan Marguerite Yourcenar dan sahabatnya. Perempuan Aceh patut meniru riwayat hidup penulis sekaliber Yourcenar, tapi tidak meniru pada keengganan ia menikahi seorang lelaki.

Tak ada alasan bagi perempuan Aceh yang rata-rata dibiayai hidup oleh orangtua saat masa remaja untuk tidak menulis. Tanamkan kemauan, banyak membaca seperti Yourcenar, lalu menulislah. Jangan harap bisa menulis jika tak berani mencoba. Dan perlu diingat, menulis bukan untuk diri sendiri, tapi untuk orang lain. Salah satu kelebihan penulis di dunia fana ini adalah karyanya masih bernyawa di saat ia telah mati. Maka saatnya perempuan Aceh, juga lelaki membiasakan diri menulis.[]

Oleh Makmur Dimila

(Telah dimuat Harian Aceh di rubrik artikel ed. 9 Januari 2011)

Advertisements

Author: Makmur Dimila

A calm boy. Love reading, travelling, and writing.

2 thoughts on “Yourcenar, Penulis yang Tak Menikah”

Terimakasih telah berkunjung. Komentar Anda kebahagiaan kita. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s