Tangis Tangse

Duduk manis, mengangkang di atas puncak
Sekelilingmu pepohonan menjulang sangat rancak
hingga durian yang runtuh dan padi yang tumbuh di badanmu, dikenal oleh siapa saja se-Nusantara
kisah sejuk kala siang hari di tubuh besarmu, juga semua tahu 

Namun sejenak saja kamu bisa senyum-senyum di singgasana
dimakan usia badanmu bungkuk
durian dan padi mandul
demikian juga kisah sejuk

Kemarin, kamu menangis
air mata cokelatmu mengalir deras, begitu maha,
menyapu tuan-tuanmu sampai mereka tak berdaya bergulir ke ujung kakimu
dan dengan liur kuning, kamu jilat tuan-tuanmu hingga mereka singsing celana mau mengungsi; entah ke mana 

Yang membuatmu gelisah siapa?
โ€œtuan-tuanku,โ€ sahutmu
Tangse, kabari kami andai kamu ingin menangis lagi

Rumoh Aceh, 12 Maret 2011
(Kepada korban banjir bandang di Tangse, semoga tabah dan dapat mengambil hikmah)

Makmur Dimila, mahasiswa peminat sastra dan anggota FLP Aceh

(Sajak Serambi Indonesia 130311)
Advertisements

Author: Makmur Dimila

A calm boy. Love reading, travelling, and writing.

Terimakasih telah berkunjung. Komentar Anda kebahagiaan kita. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s