Saka dan Moled

Setelah mengambil kantung plastik, Jailani kecil langsung mengayuh sepeda mengikuti orang Gampong Buhak hadiri undangan moled (maulid) ke Gampong Homhai dan Alahai. Sesuai pengumuman Pak Geuchik saat malamnya, siang ini seluruh warga lelaki, tua-muda, diminta untuk hadiri maulid di dua kampung tetangga mereka.

Tiba di depan meunasah Homhai, Jailani bersama Ari dan Ibrahim duduk di depan hidangan moled. Mereka duduk dekat dengan Abu Pakeh, pamannya Ibrahim. Tujuan mereka biar nanti waktu membagi-bagikan isi hidangan, mereka akan ditaruh nasi dalam daun pisang yang sudah dilayu itu dengan kuah kari ayam yang banyak, serta pha manok (daging ayam bagian paha) yang besar. Dan kemudian, merekapun mendapat porsi lebih banyak dibanding bocah-bocah lain. Bahkan masing-masing mereka bawa pulang dua bungkus karena ada bu moled (nasi maulid) yang lebih–tak ada yang mengambilnya. Itu dilakukan dengan cara: mereka memakan dulu sesuap nasi pada porsi pertama, lalu segera membungkusnya, untuk mengantisipasi kecepatan bocah lain mengambil porsi lebih itu. Kemudian mereka mengambil satu lagi masing-masing. Dan pulang dengan senang. Begitu juga ketika di Gampong Alahai beberapa menit kemudian, sehingga masing-masing mereka bawa empat bungkus bu moled ke rumah yang sudah ditunggu emak dan kakak mereka.

Nah, di rumah masing-masing, Jailani dan kawan-kawan kembali menyantap bu moled bersama emak dan kakak. Tak pernah lupa emak Jailani menanyakan, “nyoe supo hidang kaduek (ini hidangan siapa kamu duduk)?”. Atau kritik kakaknya, “hana minyum sagai kuah jih (tidak pas kuahnya),” dan “dit that diboh ungkot lagoe (sedikit sekali diatruh ikannya).” Lalu Jailani menjawab, “Hai Mak ngon Cupo, tugaih tanyoe cuman pajoh ata gop boh (Hai Mak dan Kakak, tugas kita cuma makan pemberian punya orang).” Lalu mereka makan lagi. Nyam-nyam-nyam. Jikalau tak habis, mereka jadikan eumpeuen itek (umpan bebek).

Mengingat masa kecil itu, Jailani, Ari, dan Brahim tertawa kemudian di kos. Mereka jadi teringat pada kata Pak Zai dosen Sosiologi Komunikasi mereka, bahwa: ada apa di balik maulid? Kenapa orang Aceh ada yang sangat suka dan ada yang tidak sangat suka bikin maulid? Bagi yang bikin maulid, apakah tujuan mereka untuk menghasilkan saka (gula) sebanyak-banyaknya. Karena setiap hadiri maulid ke rumah-rumah, si undangan selalu membawa sekilo gula setidaknya, sehingga terkesan ada gula ada semut. “Kalau tak bawa, bisa jadi si kawan tak bawa untuk kita ketika kita bikin maulid juga,” alasan Brahim.

Itulah fenomena/realita sosial, kata Pak Zai. Dia menjelaskan, realita sosial adalah apa yang ada di balik fenomena: menggali dan butuh kajian ilmiah. Fenomnenanya tampak, tapi tak tahu ada apa di balik itu. Apakah untuk mendapat banyak gula, seperti kata Brahim. Atau seperti contoh lain, ada apa di balik samadiah? Kenapa orang-orang mau hadiri samadiah di meunasah atau di rumah-rumah almarhum/almarhumah? “Kalau tak hadir dikhawatirkan nanti tak ada yang melayatnya ketika dirinya meninggal,” alasan Ari. “Ini mengandung unsur kohesi (hubungan) sosial,” kalau kata Pak Zai.

Namun demikian, begitulah kehidupan sosial orang Aceh yang di kampung-kampung, bukan di kota. Karena selama Jailani dan kawan-kawan kuliah di Banda Aceh, mereka tak pernah lagi merasakan bu moled seperti masa mereka kecil. Sehingga, merekapun akan pulang kampung pada musim maulid Nabi Muhammad SAW untuk hadiri undangan maulid di tempat kawan lama dan tetangga atau saudara mereka selain rumah sendiri. “Perbaikan gizi,” alasan lain Jailani.[]

(CP HA 9/5/11)

Advertisements

Author: Makmur Dimila

A calm boy. Love reading, travelling, and writing.

Terimakasih telah berkunjung. Komentar Anda kebahagiaan kita. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s