Saya sebagai Bintang Tamu

Saya sedang mengutak-atik komputer Jumat (10/6) malam, di ruang mengetik yang pengap namun permai. Tiba-tiba ditelfon penyiar Seulaweut 91 FM. “Mur, apa bisa ngisi acara besok siang?” tanya  TM Syahrizal setelah basa-basi sedikit.

Hmmm..

Otak saya bekerja. Menimbang-nimbang. Jika ya, saya harus ubah jadwal, baik itu jadwal tidur, jadwal rapat untuk acara pelatihan blog pada Sabtu (11/6) pagi, jadwal balas sms kawan, jadwal pukul nyamuk jelang tidur, dan jadwal menghayal. Tapi.. kayaknya ini kesempatan bagus untuk promosikan diri, layaknya calon pemimpin jelang pemilihan. “Satu jam kemudian saya kabari,” kata saya, mempertimbangkan.

“Pokoknya harus bisa tuh, ya.. Uda kemaren ga bisa. Baiklah, ditunggu kabarnya,” desak pemuda bernama udara “Riza” itu, sembari membocori kalau di talkshow akan dibincangkan seputar dunia kepenulisan. Mereka hendak jadikan saya sebagai  bintang tamu pada acara Galeri Remaja, program rutin radio beralamat Beurawe tersebut saban Sabtu.

Saya berniat sekali menshare apa yang sudah saya dapatkan. Sebab pada Januari 2011, Seulaweuet FM, melalui TM Syahrizal, telah menghubungi saya untuk ngisi acara, tapi saya enggak bisa, karena Sabtu itu saya sedang mengikuti pelatihan jurnalistik bersama beberapa kawan-kawan pers mahasiswa Se-Sumatera meski saat itu saya cuma bawa nama mahasiswa IAIN Ar-Raniry saja alias tanpa media kampus, kecuali Acehjurnal.

Kala itu, saat ditelfon Riza, kami sedang rehat usai berdiskusi dengan Andreas Harsono dan Chik Rini. Maka saya sarankan Riza untuk hubungi kawan saya, Nazar Shah Alam dan Sammy Khalifa. Merekapun mengudara di Seulaweut FM tak lama kemudian.

Lalu, pada awal Mei lalu, usai pulang dari Medan, penyiar radio Flamboyan FM, melalui Riska (mahasiswi Dakwah IAIN), meminta saya dan Nurkhalis M Kasim untuk isi acara talkshow juga di radio tersebut. Janjinya pada Minggu siang, jam 2. Tapi saya tak bisa, karena lagi di Sigli, lagi makan khanduri moled. Hehe.

Mereka maklum. Lalu diminta lagi untuk hadir Minggu selanjutnya. Saya mau sih. Tapi, saya sudah ke Aceh Barat Daya (Abdya) bersama Nazar Shah Alam cs, dua hari sebelum Minggu itu. Namun sang penyiar pun juga gak bisa bikin acara Minggu itu karena dia, menurut info Nurkhalis, sedang berhalangan (bukan haid).

Dan sang penyiar berjenis kelamin perempuan itu meminta lagi kehadiran kami pada Minggu berikutnya. Saya senang mereka masih mempercayai kami dan saya kasihan padanya yang sudah capai mengatur jadwal. Namun, saya lagi-lagi tak bisa. Karena harus berada di Sigli lagi pada Minggu yang dimaksud. Nurkhalis sepertinya sempat kecewa dan juga penyiarnya mungkin, hehe, maaf. J

Lalu Nurkhalis meminta kesediaan Yuli Rahmad. Mereka pun mengudara. Bagi-bagi ilmu kepenulisan lewat Flamboyan FM.

***

Satu jam kemudian, saya putuskan. “Oke,” sms saya. Ok, terimakasih, balas Riza.

Saya tak mau lagi menolak kepercayaan orang. Mungkin saya sedang dibutuhkan. Apa salahnya saya berbagi. Hitung-hitung, buat “jual diri” juga kan.. Heheh.[]

 

Advertisements

Author: Makmur Dimila

A calm boy. Love reading, travelling, and writing.

12 thoughts on “Saya sebagai Bintang Tamu”

  1. Ternyata anda memang di takdirkan on air perdana di Radio Seulaweut 91FM..
    ckck..

    bangga saya..haha

    1. Yoi..
      saya mengerti, krena sebelumnya saya pernah menjadi seorg sastrawan juga,..
      wlw sekrang banting setir jadi seniman kata melalui udara,..
      😀

Terimakasih telah berkunjung. Komentar Anda kebahagiaan kita. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s