Memilih Pemimpin Tengik

“Berdasarkan kelima bau itu, bau khoih paling bagus dipilih jika tak ada calon yang benar-benar harum. Setidaknya pemimpin itu bisa dibersihkan oleh rakyat. Dalam artian, sang pemimpin mau mendengar aspirasi rakyat lalu merealisasikannya. Pilkada sudah di ambang pintu. Semoga saja kita rakyat Aceh tidak memilih pemimpin yang mempunyai salah satu atau semua dari kelima bau tersebut,” Bang Ridha Yunawardi menempeli paragraph terakhir dari opini saya yang dimuat Serambi Indonesia (11/6) di di dinding Facebook saya pada Senin (13/6) siang yang terik. Ridha Yunawardi adalah manajer umum media Gema Baiturrahman Online dan Sekjen DPP Ikatan Siswa Kader Dakwah (ISKADA).

Tiga jam kemudian, Hasan Basri M Nur (kami menyapanya Pak Hasan) mengomentarinya. “Bau khie juga boleh dipilih, krn bau khie (minyuek) dpt dihilangkan setelah dipanaskan ribuan derajat dan dimasukkan asam sunti ke dalamnya. Begitu kata Dr Humam Hamid dlm diskusi dg kami menjelang kedatangan Wimar Witoelar tadi siang.” Khie adalah tengik. Pak Hasan merupakan dosen Fakultas Dakwah IAIN Ar-Raniry dan tempat kami berkonsultasi soal penulisan opini (Hehe).

Ridha Yunawardi balas lagi satu jam setelah itu. “Minyeuk itu diyakini para ibu-ibu dikampoengku dapat menurunkan suhu panas anak-anak. jadi Khie juga boleh dipilih,” begitu tulisnya, mantap.

Saya pun membalasnya kemudian, 7 setelah di-wall-kan. “Saya setuju juga.”

Kesimpulannya, ternyata memilih pemimpin yang bertipe “khie” juga bisa, bila tak ada calon lain yang benar-benar harum. Bau dan rasa khie (tengik) bisa dihilangkan setelah memanasinya hingga ribuan derajat dan dimasukkan asam boh limeng tuha (asam sunti).

Kalimat ini mengandung makna yang dalam. Berarti, jika nantinya kita memilih pemimpin yang khie, maka butuh waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk menghilangkan ketengikan itu. Ketengikan yang bisa saja membuat rakyat maupun wilayah yang dipimpinnya merana. Untuk itu, mari kita memilih pemimpin yang khie, jika tak ada calon yang khoih dan yang benar-benar wangi.[]

Advertisements

Author: Makmur Dimila

A calm boy. Love reading, travelling, and writing.

Terimakasih telah berkunjung. Komentar Anda kebahagiaan kita. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s