Blackkeubiri dan Blackberry

Seorang pengemis di Bireuen mencuri tiga hape Blackberry milik seorang dokter gigi pada Minggu (12/6/11). Tak lama kemudian, sang empunya memburu pengemis itu ke warung kopi. Awalnya sang dokter dan pengunjung warung percaya ketika si pengamis mengaku tak mencurinya, terbukti saat digeledah tas yang digapitnya tak ada tiga hape itu.

Tapi, dasar durian matang, baunya tercium juga. Seseorang mencurigai ada tonjolan di badan si pengemis. Lalu diperiksanya. Ternyata tonjolan itu tas milik dokter gigi yang berisi tiga Blackberry. Pengemis perempuan itu pun minta ampun dan dimaafkan, dengan syarat, tak boleh lagi meminta-minta di seputaran Bireuen.

“Pengemis mencuri Blackberry biasa,” kata Jailani. “Tapi, pengemis yang punya Blackberry baru luar biasa,” sambungnya, mengatakan pada Ari cs. Jailani pernah mendengar cerita seorang kawannya pada pertengahan 2010.

Suatu malam di Simpang Surabaya, Banda Aceh, kawan Jailani didatangi pengemis dan menjulurkan tangannya. Lalu dituangkan uang 20 ribu ke dalam tangan pengemis. Namun, beberapa saat setelah itu, kawan Jailani melihat kalau si pengemis mengeluarkan Blackberry dari saku celana. Si pengemis berbicara dengan yang di seberang bagai orang kaya. “O…, hana (tak) ikhlas teuh meunyo lagee nyan (kalau seperti itu) pengemis,” cerita si kawan pada Jailani.

Nah, luar biasa. Pengemis ternyata susah ditebak. Ketika meminta-minta sedihnya minta ampun. Tapi di belakangnya, gembira lebih dari pemenang undian. “Sebagian begitu, tak semuanya,” kata Jailani.

Lalu siapa yang patut dikambing-hitamkan. Untuk realita pengemis pakai Blackberry, “siapa yang patut diblack-keubirikan?” Tanya Jailani pada kawannya, dengan memadukan bahasa Inggris (black=hitam) dengan bahasa Aceh (keubiri=kambing). Mereka bertanya-tanya, “siapa yang patut diblackkeubirikan dalam fenomena pengemis memliliki Blackberry?”

Pasti ada orang-orang di belakang pengemis Blackberry itu, duga mereka. Aneh bila peminta-minta menggunakan hape Blackberry yang mahal dan mewah saat itu. Kemungkinan besar, “itu hasil curian,” kata mereka.

Untuk lebih jelasnya, perlu diendus bosnya. Siapa dalang di balik itu semua. Siapa Blackkeubirinya. “Ini tugasnya wartawan investigasi,” kata Jailani. “Tapi, kita bisa juga kalau mau,” sambung kawannya.[]

(CP HA 15/6/11)

Advertisements

Author: Makmur Dimila

A calm boy. Love reading, travelling, and writing.

Terimakasih telah berkunjung. Komentar Anda kebahagiaan kita. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s