Tanggal Cantik

Pak Sule kecewa berat. Cita-citanya menikah pada tanggal cantik: 111111 (11 November 2011) tak tercapai. Namun ia tak kecewa amat. Sebab andai jadi, itu pernikahan keduanya pada tanggal cantik.

Sebelumnya ia menikahi Buk Fatimah pada 090909 (9 September 2009). Lalu mereka dikaruniai anak pertama pada 101010 (10 Oktober 2010). Karena tak cukup satu, dosen muda itu ingin menikah lagi, memiliki istri lebih dari satu. Rencana itu tak diketahui istrinya.

Pagi tadi, Sule ke Masjid Raya Baiturrahman. Menghadiri acara pernikahan kawannya yang harus antrean bersama puluhan pasangan lain. Melihat kawan melafalkan ijab kabul pada tanggal cantik, terbersit di pikirannya untuk kawin lagi.

Ahha, saya punya kesempatan sekali lagi. 12 Desember 2012,” ia berteriak dengan bangganya, tapi dalam hati. Ia pun berkeinginan kawin lagi pada tanggal cantik berikutnya: 121212. Ia bertekad meramaikan salah satu fenomena sosial itu lagi tahun depan.

Ah, jika gagal pada tanggal itu, Sule sudah berpikir: harus menunggu seribu tahun lagi. Misal menikah pada tanggal 8 bulan 8 tahun 3008 (080808). Atau menikah pada tanggal 11 bulan 11 tahun 3011. Sebab tak ada tanggal 13 bulan 13 jika mau di tanggal cantik 131313. Tentunya kalau belum kiamat dan panjang umur.

Namun Sule berubah pikiran kemudian. Khutbah Khatib Jumat telah memperdaya cita-cita pria berkumis lebat itu. Kata khatib, menikah pada tanggal cantik hanya sebatas tanggal cantik saja, tapi tak membuat hidup pasangan itu “cantik”. Apalagi jika menikah terpaksa “dicantik-cantikkan” pada tanggal berangka kemiripan.

Lihatlah, kata Khatib. “Sebanyak 30 pasangan yang saya nikahkan pada tanggal 090909 dan 101010, masing-masing hanya 5 pasangan suami istri yang bertahan hingga setahun kemudian. Broken home,” kata Teungku Khatib memakai bahasa Inggris untuk menyebut “perceraian”.

Itu membuktikan kalau menikah pada tanggal cantik tak menjamin kehidupan rumah tangga mereka berjalan “cantik”. Kenyataan itu juga menunjukkan kalau bagi suami-suami di Indonesia belum masanya memliliki istri lebih dari satu jika tak sanggup menafkahi lahir dan batin secara adil, setidaknya mendekati adil.

Sule tertegun mendengarnya. Ia pun mengubah cita-cita. Membatalkan rencana kawin lagi pada 121212. Tapi, ia akan segera mengatakan pada istrinya, “Dek Fatimah, Abang ingin kita punya anak lagi pada tanggal cantik tahun depan: 121212.” Oya? “Ah, Ayang bisa aja. Lebay deh.”[] 

(CP HA 11/11/11)

Advertisements

Author: Makmur Dimila

A calm boy. Love reading, travelling, and writing.

Terimakasih telah berkunjung. Komentar Anda kebahagiaan kita. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s