Menggoda Penonton dengan Bluesi

Ia bernyanyi

 

Suaranya dalam

Lagu dan kata ia kawinkan

Lagu beranak seratus makna.

Georgia. Georgia yang jauh

Di sana gubug-gubug kaum Negro

Atap-atap yang bocor

Cacing tanah dan pellagra

Georgia yang jauh disebut dalam nyanyinya

Penonton menyeringai senyum saat mendengar bait puisi ‘Blues untuk Bonnie’ yang dilantunkan Fauzan Santa.

Di sampingnya, Sarjev memetik dawai gitar sambil meniup harmonika di depan mulutnya.

Sesekali Fauzan Santa menghentakkan kepala sambil membaca puisi yang diiringi musik blues.

Penampilan kedua pria berambut gondrong itu cukup membuat hadiri pada malam penutupan Pekan Kreatifitas Fakultas Adab (PKFA) IAIN Ar-Raniry terpukau.

Betapa tidak, dari beberapa penampilan yang digelar di lapangan Tugu Darussalam, Banda Aceh itu, tepukan tangan seribuan penonton berkali-kali membahana saat mereka manggung.

Malam kedua di tahun 2011 itu, mereka membawakan bluesi, yaitu perpaduan blues dengan puisi.

“Blues adalah jenis musik aliran jazz yang biasa dibawakan orang Negro,” jelas Fauzan Santa.

Blues bisa dipadu dengan seni suara lainnya. “Kami memadunya dengan puisi. Dan kami namakan dengan ‘bluesi’,” ungkap seniman Aceh itu.

Bluesi merupakan musik pembebasan dari penderitaan, kata Fauzan Santa. Ia juga jenis musik kontemporer. “Karena liriknya tidak terikat pada not-not yang baku,” jelas rektor Sekolah Menulis Do Karim itu.

Di bawah langit yang pekat dan hawa agak sejuk, Fauzan Santa mengenakan topi krem, kemeja lengan panjang garis-garis aneka warna. Sementara Sarjev membalut tubuhnya dengan jaket hitam. Stelan mereka amat serasi dengan seni yang ditampilkan. Sebuah kolaborasi yang menghanyutkan penonton untuk mengikutinya sampai tuntas.

Bereh. Penonton terbahak-bahak mendengarnya. Tapi bahasanya dicampur-campur,” komentar Hidayatullah. “Bahasa Aceh diucapkan dengan logat Inggris,” tambah penonton dari kalangan mahasiswa itu.

Memang, Fauzan Santa dan Sarjev sedikit memodifikasi syairnya supaya lebih menarik saat ditampilkan di hadapan wajah-wajah Aceh. Adakalanya dalam bahasa Inggris. Sesekali dalam bahasa Aceh. Selebihnya bahasa Indonesia.

“Puisi Georgia (hasil modifikasi-red) ini mengisahkan seorang Aceh di Amerika masa tsunami,” ungkap Fauzan Santa.

Kolaborasi mereka tidak hanya malam itu saja. Sebelumnya pada suatu malam di pucuk November 2010, mereka juga menampilkan bluesi saat malam duka Gemasastrin Unsyiah, yaitu saat penggalangan dana untuk korban bencana alam di Sumatra Barat, Mentawai dan Yogyakarta.

Saat itu, mereka mampu membuat seluruh penonton yang rata-rata dari kalangan mahasiswa berdecak kagum. Mereka juga membawakan puisi yang sama pada acara yang berlangsung di halaman kantor Komunitas Tikar Pandan di Ulee Kareng.

Ia bernyanyi

Suaranya dalam

Lagu dan kata ia kawinkan

Lagu beranak seratus makna.

Georgia. Georgia yang jauh

Di sana gubug-gubug kaum Negro

Atap-atap yang bocor

Cacing tanah dan pellagra

Georgia yang jauh disebut dalam nyanyinya

Begitu pula mereka melantunkan sbait syair dari puisi ‘Blues untuk Bonnie’ malam itu, mengalahkan riuh pengunjung café-café yang berderet di hampir sepanjang Jalan Ulee Kareng, di selangkangan pohon asam.

Dan bila dibandingkan dengan malam PKFA, penampilan dua seniman itu pada malam duka Gemasastrin lebih menggoda. Kala itu, Fauzan Santa menghentakkan kepala berkali-kali sehingga rambut gondrongnya berkecipak-kecipak. Itu membuat penonton bersuit dan riuh menggema.

Sebab, pada malam PKFA, mereka tampil di hadapan beberapa dosen dan rektor IAIN Ar-Raniry. Ditambah lagi, Fauzan Santa mempunyai ikatan emosional dengan perguruan tinggi islam tersebut: ia alumnus Fakultas Adab, juga mengajar di Fakultas Dakwah. Sehingga membuat alumnus Institut Kesenian Jakarta (IKJ) itu harus menjaga sikap.[Makmur Dimila]

(Feature HA 17/11/11) 

 

 

 

 

 

Advertisements

Author: Makmur Dimila

A calm boy. Love reading, travelling, and writing.

Terimakasih telah berkunjung. Komentar Anda kebahagiaan kita. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s