Sabang; Putri Cantik yang Tak Terurus (2)

“Surga bawah laut” Sabang di Pantai Rubiah. Foto | Muhammad Hamzah Hasballah

Ada beberapa kegiatan dilarang dalam Taman Laut Iboih itu. Terhadap penangkapan ikan dan biota laut, dilarang: pengeboman, menggunakan compressor, jaring, pukat jepang, pukat malam, senjata tembak, mancing ngintip, penangkapan ikan hias, pematahan karang, dan pengambilan biota laut.  

Ditetapkan pula hari pantangan ke laut. Mulai Kamis jam 19:00 WIB hingga Jumat jam 14:00 WIB, hari raya puasa dan haji selama 24 jam, kenduri laot tiga kali 24 jam, hari peringatan tsunami dan ulang tahun kemerdekaan RI mulai jam 6 pagi sampai 12 siang.

Kesepakatan itu tertuang dalam sebuah papan informasi di kompleks Teupin Sirkui. Ditandatangani antara lain oleh Keuchik Iboih, Iskandar; Panglima Laot Lhok Iboih, Muhammad AC; Kepala Mukim, Tgk Usman; dan Kepala Pemuda, Anwar IS.   

Nah, jika mau inap, kata Jamal pada Zulham, tersedia cottage atau bungalow dengan harga bervariasi sesuai jenisnya. Berfasilitas Air Conditioner (AC), Rp300 ribu semalam. Standar, Rp200 ribu. Ada juga yang paling murah Rp50 ribu semalam. “Tapi tidak tersedia kamar mandi,” katanya.

“Melainkan harus di kamar mandi umum,” jelas Yusrizal, seorang guide. Ia sempat menuntun Zulham menikmati kompleks penginapan Teupin Sirkui di perbukitan.

Di sana, ada berbagai resto dan bungalow yang menghadap Pulau Rubiah dan Pulau Seulakoe. Juga menyediakan tempat belajar menyelam, yaitu Rubiah Tirta Divers atau populer disebut PADI.

Seperti kata Lukman, tekong (sopir speedboat) yang membawa Zulham ke Pulau Rubiah, di PADI diajarkan menyelam mulai dari nol. Dari tingkat dasar hingga mendapat sertifikat yang membuktikan punya keahlian menyelam, sehingga bisa mencari nafkah darinya. Lukman sendiri mendapat sertifikat Rescue.

Dan jika mau membeli pernak-pernik, bagusnya di kota saja, kata Yusrizal pada Zulham. Sebab di kawasan itu harganya permainan (perhitungan pecahan) dolar. Misal per gelang harus merogoh Rp25 ribu, bila di kota hanya Rp5 ribu. “Yang kere-kere tak beli di sini,” katanya.

Namun setelah memperoleh informasi itu, di antara dentingan pernak-pernik yang mengeluarkan bunyi mirip angklung dan kerlap-kerlip malam Kota Sabang, dengan santun Zulham pamitan pada Jamaluddin dan Yusrizal. Ia tak jadi menginap di Iboih. Ia kembali ke Cot Ba’u dengan membelah rimba malam-malam.  

Di kediaman Fauzi Umar di Cot Bak’u, tiba-tiba Ruslan menelpon. “Bagaimana Sabang? Apa benar seperti saya katakan—hanya hutan?” tanya dia dari Keuneukai. Ya, sahut Zulham.

Putri Cantik yang Tak Terurus?

Fauzi Umar seorang staf di Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS).

Ia mengatakan, Sabang punya potensi dikembangkan seperti Pantai Phuket dan Pantai Langkawi. Hanya saja pengelolaannya masih kurang. “Ibaratnya, Sabang itu seperti putri cantik yang tak terurus,” katanya.

Karena itu kata dia, BPKS sudah mencanangkan beberapa program untuk mengelola Kawasan Sabang. Pada 1-2 November 2011, BPKS dibantu mitranya, menggelar Workshop Sinkronisasi Percepatan Pengembangan Kawasan Sabang dalam rangka Penyusunan Renstra (2012-2016) dan Review Master Plan dan Bisnis Plan BPKS (2007-2021).

Dalam workshop itu, Fauzi Umar mengemukakan, Kawasan Sabang sebagai Hub International Port, dilihat dalam konteks dan koneksitasnya, tidak terwujud sebagai pelabuhan yang sangat besar. Artinya butuh keikhlasan dari semua pihak (pusat, provinsi, kabupaten, dan kota) untuk menjadikan Sabang sebagai etalasenya Indonesia terkait dengan pengembangan yang akan dilaksanakan, sehingga apa yang diungkap selama ini tidak hanya menjadi mimpi.

“Perlu adanya stimulus cepat yang dapat dirasakan masyarakat, perlu upaya agar masyarakat Kawasan Sabang baik sektor pariwisata atau perdagannya mau singgah ke Sabang,” katanya.Bersambung

(Telah dimuat di FOKUS HA 16/12/11)

Advertisements

Author: Makmur Dimila

A calm boy. Love reading, travelling, and writing.

1 thought on “Sabang; Putri Cantik yang Tak Terurus (2)”

Terimakasih telah berkunjung. Komentar Anda kebahagiaan kita. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s