Menanti Bantuan Seperti Saat Berbulan Madu

Ruslan dalam pekarangan rumah kecilnya di Lorong Cot Preh, Jumat (2/12/11). Makmur Dimila | Harian Aceh

Tiga puluh delapan tahun lalu, Ruslan lahir di Gampong Balohan, Kecamatan Sukajaya, Sabang. Empat saudaranya menyusul kemudian, bergiliran.

Namun sejak 1983, orangtuanya pindah. Tinggal pada sebuah jambo (gubuk) di Guha Kareueng, sebuah gua yang terasing di belantara dalam Dusun Alue Ie, Gampong Paya.

Mereka pindah lagi empat tahun kemudian. Di Lorong Cot Preh, juga Gampong Paya, orangtuanya mendirikan sebuah rumah panggung; berbahan kayu gunung, lima kali empat meter, satu kamar.

Hanya 17 kepala keluarga di lorong itu. Rumah orangtua Ruslan agak terasing. Kebisingan kota pun tak sampai ke telinga mereka, kecuali orkestra alam.

Lambat laun, ia tinggal sendiri di rumah mungil itu. Selepas ayahnya meninggal, empat adiknya kawin. Ibunya ikut ke salah satu saudaranya. Namun ia bahagia hidup di rumah yang jauh dari keramaian. Panorama dan ceracauan burung paling membuatnya betah.

Menghabiskan masa perjaka sendirian, Ruslan memelihara ternak selain bekerja serabutan. Ayam, bebek, lembu, tumbuh subur di rimba dalam gampong dengan jarak 16 km dari Kota Sabang itu. Karenanya, ia menganggap Sabang hanyalah hutan, yang kemudian setelah disulap jadi objek pariwisata tetap dominan belantara.

Dan sekira tiga tahun lalu, Ruslan berniat memutuskan masa perjaka. Ketika mendapati “sinyal” ada seorang perempuan yang mau mendampingi hidupnya, ia tak menoleh.

Semua peliharaan dijualnya untuk menyanggupi mahar. Pada 25 April 2009, ia resmi mempersunting Darwina, perempuan Sibreh, Aceh Besar, yang dua tahun lebih tua darinya—kini mereka sudah dikaruniai seorang putri, Fazilah Fonna, berusian setahun.

Hari itu sangat spesial bagi Ruslan. Ia tak menduga kalau pesta itu banyak yang hadir. Acaranya meriah. Menghabiskan delapan kuali besar daging, kalau ukuran orang Aceh Besar.

Seminggu usai kawin, utusan Pemkot Sabang coba menemuinya. Ada bantuan rehab rumah untuk kaum duafa, Ruslan salah satu targetnya. Sebelumnya, ia memang mengharapkan bantuan rehab rumah. Namun di bulan keempat tahun Masehi itu, Ruslan masih di Sibreh.

Samsuar, Kepala Lorong Cot Preh, menghubunginya. Ruslan diminta pulang sekejap ke Sabang, guna mengurus bantuan.

“Mana mungkin, saya masih berbulan madu,” ceritanya pada Harian Aceh, suatu sore di pangkal Desember 2011.

Ia pun menyarankan Samsuar agar mengalihkan bantuan itu ke orang lain. Ia berharap akan datang bantuan serupa di tahun-tahun selanjutnya.

Jumat 2 Desember 2011, Harian Aceh mengunjungi rumah kecilnya di Gampong Paya Seumeusek yang tak diketahui keberadaannya.

“Kalau bilang Gampong Paya Seumeusek orang tak tahu. Tapi Cot Preh baru tahu,” ia melucu. Tawanya sesenggukan.

Ruslan meninggalkan Sibreh tiga hari sebelum saya menjumpainya di kapal motor penumpang (KMP) BRR di pucuk November 2011. Ia hanya bisa mencari nafkah di Pulau Weh. Giat bekerja untuk mengasapi dapur keluarganya. Bekerja serabutan, seringnya menawarkan jasa panjat kelapa. Selebihnya bertani.

Namun tak tiap hari ia dapat pekerjaan. Dalam seminggu, terkadang cuma sehari. Sehingga rata-rata pemasukannya per minggu Rp80 ribu. Dihitung-hitung, sehari-hari, ia bisa memeroleh Rp15-20 ribu.

“Walau Rp20 ribu, lumayanlah. Meski kadang tahan lapar seminggu,” katanya sembari tertawa bersahaja. Wajahnya teduh selaras dengan suasana ia tinggal.

Itu di Sabang. Sedang di Aceh Besar, ia tak bisa berbuat banyak, tak bekerja. “Hanya 300 rupiah per hari,” sebutnya, dengan mimik serius.

Karenanya ia sering di Sabang untuk mencari nafkah, sembari menanti-nanti bantuan seperti saat ia tengah berbulan madu.makmur dimila

(Feature HA 14/1/12)

Advertisements

Author: Makmur Dimila

A calm boy. Love reading, travelling, and writing.

Terimakasih telah berkunjung. Komentar Anda kebahagiaan kita. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s