Mending Nganggur daripada Ga Ada Kerja..

Sudah sejak 5 Februari 2012, saya menganggur, usai pamit dari sebuah perusahaan koran harian lokal. Sesungguhnya, masa-masa anggur adalah masa suram. Tapi tidak bagi saya, melainkan masa meremajakan kembali fisik dan pikiran.

Ketika bercengkerama bersama kawan-kawan mantan pekerja, seorang dari mereka—mengutip cerita pendahulu—berkata menyembunyikan senda: “lebih baik nganggur daripada ga ada kerja..”

Hei, ungkapan itu nyeleneh! Bukankah menganggur sama dengan tidak ada kerja? Tunggu dulu.. Pengangguran asal katanya “anggur”, berarti tidak melakukan apa-apa atau tidak bekerja. Penganggur orang yang tak bekerja.

Lalu, ungkapan si kawan? “lebih baik ganggur daripada ga ada kerja.” Sama saja artinya: tidak bekerja.

“O, beda. Pengangguran itu status, ga ada kerja bukan status,” kata kawan komunitasku seminggu lalu.

Ya juga. Tapi saya punya pandangan berbeda. Saat ini saya merasa, menganggur bukanlah tidak bekerja, melainkan masa-masa menghimpun rencana hidup baru. Otot tak bekerja, tapi otaklah yang bergeliat.

Rehat bekerja saya anggap cooling down, pendinginan. Selama cooling down inilah, saya membuat master plan (rencana kerja/hidup ke depan), dengan sebutan lain, memetakan jalan hidup masa mendatang, dengan cara mind mapping (pemetaan pikiran).

Selama menganggur, saya lakukan banyak hal. Menciptakan masa depan dini, dengan menghimpun kembali cita-cita yang berserak, baik soal cinta, karier, sosialisasi, bahkan naik haji.

Perlu juga saya mengukuhkan planning-planning, baik jangka panjang maupun pendek. Umpama: tetap bekerja lagi sambil kuliah, harus mengelarkan kuliah paling telat pertengahan 2013, travelling ke luar negeri pada 2014, kawin 2015, tetap membahagiakan orangtua, dan bagaimana agar hidup tetap enjoy meski (jika) tersangkut utang.

Planning jangka terpendek, apa yang harus saya lakukan sekarang, beberapa jam kemudian, dan nanti malam? Tentu masing-masing punya rencana sendiri. Dan itu harus, daftar rencana hidup kudu ditunaikan hingga tuntas. Sebab rencana hidup adalah tangga menuju puncak kehidupan, yaitu kematian.

Selaras dengan itu, daripada menganggur, mending buat rencana hidup. Toh, itu juga kerja, bukan?

Ngomong-ngomong, saya sedang memetakan beberapa tawaran kerja nih. Hehe. Hidup adalah pilihan, kita yang menentukan arahnya. Karena itu, menentukan arah hidup perlu memetakannya. Keep smile, dude! J []

Rumoh Aceh, Prada, 17 Februari 2012

Advertisements

Author: Makmur Dimila

A calm boy. Love reading, travelling, and writing.

5 thoughts on “Mending Nganggur daripada Ga Ada Kerja..”

Terimakasih telah berkunjung. Komentar Anda kebahagiaan kita. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s