“Memerdekakan Aceh” di Pikiran Merdeka

Merdeka! Hari ini bangga sekali. Harian Pikiran Merdeka terbit perdana. Sebuah koran Aceh yang dikelola secara swadaya oleh beberapa pekerja media profesional. Ada yang mengaitkannya dengan harian Pikiran Rakyat dan Suara Merdeka. Tidak sama sekali. Kami bukan anak grup media manapun. Berdiri sendiri, bebas, dan merdeka!

“Terlahir dari rahim imajinasi beberapa anak muda Aceh yang selama ini merasa terkekang dalam mengemas informasi dan opini publik. Kehadiran media lokal ini tidak bermaksud untuk bersaing dengan koran-koran yang sudah duluan ada di Aceh. Pikiran Merdeka hanya berupaya memposisikan diri sebagai koran alternatif, syukur-syukur bisa diterima oleh semua kalangan di Aceh,” demikian tulis redaksi di Editorial edisi perdana, Senin, 27 Februari 2012.

Pikiran Merdeka, disingkat PM, lahir setelah melalui persiapan sejak 5 Februari 2012. Lebih kurang dua pekan setengah. Dengan begitu, kini eksis empat surat kabar harian di Aceh: Serambi Indonesia, Harian Aceh, Rakyat Aceh, dan Pikiran Merdeka.

Tapi jujur, saya ingin Aceh punya lebih dari 10 koran harian, seperti saya peroleh waktu ke Riau tahun lalu. Sehingga nantinya masyarakat bisa memilih sendiri yang mana benar-benar memihak rakyat alias aspiratif.

Oya, soal nama nih. Hmm, redaksi dalam editorialnya “Perkenalan” menyebutkan, Pikiran Merdeka dipilih semata-mata untuk saling mengingatkan betapa berartinya kebebasan berpikir dalam kehidupan kita sehari-hari.

Redaksi PM mengutip filosof Prancis, Rene Descartes: “Aku berpikir, maka aku ada.” Alquran juga berkali-kali mengingatkan kita untuk berpikir dan berpikir. Salah satunya: afala ta’qilun (apakah engkau tidak berpikir)?

Hai, pembaca, apakah kalian tidak berpikir? Pasti berpikir dong. Mungkin saja tidak bisa atau belum berani berpikir merdeka. Nah, ngomong-ngomong nih, saya dipercayakan menjadi salah satu personil PM.

Tugasku, salah satunya menggawangi halaman 10, rubrik Pesan Merdeka. Rubrik ini menampung suara pembaca. Keluhan, kritik, dan saran mengenai apapun, terutama soal perkembangan Aceh. Asal tak menyinggung unsur Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA).

Semua itu bisa disampaikan melalui sms ke 0852 8668 1945 untuk kolom pesan. Yang suka facebookan, bisa berkomentar di setiap status yang diposting pada grup fb Harian Pikiran Merdeka, untuk dimuat di kolom Status Merdeka. Sering ngetweet, bisa berkicau di @pikiranmerdeka untuk dimuat di kolom Tweet Merdeka (follow dulu).  Foto profil Anda turut terpajang di kedua kolom ini dan dilihat semua pembaca besoknya. Siap-siap bergaya, haha.

Anda boleh menulis semerdeka mungkin. Namun isi di luar tanggung jawab redaksi. Sekali lagi, kami berpikir, maka kami ada; kita berpikir, maka kita ada; kita berpose, maka foto kita ada; kita berkomentar; maka nama kita ada di Pikiran Merdeka. Haha, jangan sungkan-sungkan.

Mari “memerdekakan Aceh” di Pikiran Merdeka. Selain untuk rubrik Pesan Merdeka, Anda juga bisa mengirimkan karya melalui email sementara: pikiranmerdeka@ymail.com. Boleh opini, artikel budaya, cerpen, puisi, resensi, artikel sejarah, religi, dsb. Formatnya sama dengan Harian Aceh. Baca di halaman blogku: Rahasia Umum. Selamat mencoba dan menikmati.[]


Advertisements

Author: Makmur Dimila

A calm boy. Love reading, travelling, and writing.

5 thoughts on ““Memerdekakan Aceh” di Pikiran Merdeka”

Terimakasih telah berkunjung. Komentar Anda kebahagiaan kita. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s