Syair Cinta

Bebatuan Sungai

Wujud cinta seperti bebatuan sungai, mendiami pada kedalaman, bagai jiwa yang satu merasuki jiwa satu lagi. Tatkala batu diraup manusia, satu dan lainnya bercerai, begitu umpama. Cinta berkaki, lari dari hati ke hati.

Seperti Pisau Dapur

Cinta setajam pisau dapur, menusuk segala jiwa, menyanyat segala hati, menyimbah segala rasa. Tak kau asah, cinta tumpul. Sering basah, cinta berkarat. Cinta seperti pisau dapur.

Cinta Macam Pisang

Benih cinta akan berserak dalam segala hati. Mewujud tunas di taman hati. Lamat-lamat menumbuh dan bersemi. Bunga-bunganya timbul karam dalam vas rasa. Suatu waktu tiba masanya layu, lalu tumbang. Jiwa lain datang menebang. Untung bila hati sudah bertunas lagi, macam pisang tiba masanya diparang.

Penggoda

Kepulan asap rokok adalah perempuan-perempuan penggoda. Awalnya jelita, selanjutnya membaur, memudar, lenyap. Hanya bau menyengat bersisa, tanpa wujud. Jangan kau mencintai penggoda.

(PM, 15 April 2012)

Advertisements

Author: Makmur Dimila

A calm boy. Love reading, travelling, and writing.

Terimakasih telah berkunjung. Komentar Anda kebahagiaan kita. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s