Musim Hujan Selanjutnya

Jiwa yang bertelaga

Menyemburkan air pada jiwa yang tandus

Hai, maukah kau tukar separuh hatimu dengan separuh hatiku?

Musim hujan telah punah sekali

Kau memikul jiwa yang sedang kemarau

Datanglah kemari: aku adalah musim hujan selanjutnya

My Cafe, 23 Juli 2012

Advertisements

Author: Makmur Dimila

A calm boy. Love reading, travelling, and writing.

4 thoughts on “Musim Hujan Selanjutnya”

Terimakasih telah berkunjung. Komentar Anda kebahagiaan kita. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s