Asmara Danau Kuning

Sepasang mangga jatuh menerpa pagar berduri; yang lonjong terpelanting ke tanah kering, yang langsing terpacak ke tanah gembur di bawah pohon mangga dalam kebun lebat; patah tangkai mereka.

Sebuah mangga ramping di kebun lebat jatuh di samping mangga langsing. Ia merundukkan dua daun pada tangkainya; merangkul mangga langsing, menentang langit yang sedang hitam pekat.

Titik-titik bening cadas jatuh menikam tanah lembut, bersahut-sahutan dengan tetes-tetes runcing dari pucuk-pucuk daun mangga di kebun lebat.

Butir-butir bening membentuk danau kuning, menggenangi tanah lembut, menyeret sepasang mangga di kebun lebat.

Si ramping memeluk si langsing dengan damai. Mengapungkan asmara di danau kuning. Mereka tidak takut; kalau-kalau harus hanyut ke danau hitam di bibir pagar berduri.

Rawa Sakti, 29 Juli 2012

Advertisements

Author: Makmur Dimila

A calm boy. Love reading, travelling, and writing.

Terimakasih telah berkunjung. Komentar Anda kebahagiaan kita. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s