Dendam Kopi Hitam

segelas kopi hitam kesepian menatapku penuh dendam. rupanya ia punya mata yang tajam. diam-diam mengirimkan aku jampi-jampi kegelisahan. aku dituduh telah mencabut mutiara dalam serbuk hitam. ia mengirimkan kegelisahan sesaat usai aku meneguk setetes masa depan.

sepanjang pagi aku mengintai kopi hitam itu diam-diam. diam-diam ia juga memata-mataiku dengan aji-ajinya yang kejam. dan berani-beraninya ia menggetarkan perasaanku, pikiranku, jiwaku. tapi aku punya gelang hitam dan segenggam mutiara yang kupungut dari serbuk hitamnya untuk menangkal dendam. sebenarnya aku benci bertikai. tapi aku suka membela masa depanku.
Rawa Sakti, 30 Juli 2012

Advertisements

Author: Makmur Dimila

A calm boy. Love reading, travelling, and writing.

Terimakasih telah berkunjung. Komentar Anda kebahagiaan kita. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s