Hingga Rindu Mati

rindu jatuh mengalun pelan sekali
seperti daun tanggal dari tangkai di musim semi–langka

gugur bersama biji-biji asmara
menggelinding dan berhenti di halaman rumahnya

lalu seperti semut menggapai padang gula
malu-malu merayap dengan mengintip tuannya

harap ia memungut rindu yang langka itu
memetik tunas lalu menanam di hatinya

niscaya tumbuh rindu yang bertubi-tubi
bertali-tali hingga rindu itu mati

Rawa Sakti, 5 Agustus 2012

Advertisements

Author: Makmur Dimila

A calm boy. Love reading, travelling, and writing.

Terimakasih telah berkunjung. Komentar Anda kebahagiaan kita. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s