Kenapa Polisi Tidur di Jalan?

Pada suatu hari di bulan puasa, di era ‘lebayisasi’, terjadilah dialog antara Pangeran Cahaya dan Putri Hijau. Seperti biasa, mereka akan memulai dari pertanyaan: sedang apa, lagi di mana. Hari itu Pangeran yang pertama menyapa.

“Lagi tidur-tiduran aja.”

“Bukan di jalan kan?”

“Mana bisaaaa.”

“Tapi polisi kok bisaaa?”

“Mereka ga ada kerjaan..”

“Bukan ga ada kerjaan, tapi ga cukup ranjang di pos mereka.”

Ahaha. Putri Hijau terkekeh. Ia mengungkapkan rasa simpatinya pada polisi tidur itu. “Kasian yaaa.” Diajaknya pangeran untuk menyumbang, beramal di bulan puasa. Sebenarnya sang pangeran mau. Tapi eummm, ia pikir-pikir panjang lagi.

“Ga mau ah! Uda sering aku nyumbang mereka waktu ditilang. Ga cukup-cukup juga. Kayaknya ga dipakek buat beli ranjang. Hek deh polisi sekarang..”

Ahaha. Putri Hijau terkekeh lagi. Ia menebak kalau pangeran sering ditilang. “Ya kaaaan?”  Pangeran dengan lembut membantah. Ia bilang bukan keseringan, tapi sengaja melanggar agar ditilang, sengaja mau nyumbang. Ia kasian melihat para polisi, masa tak ada kasur, hingga-hingga harus tidur di jalan terus.

Sang putri manyun. Turut berduka. “Kok bisa yaaa,” sela dia.  “Tu lah.. Entah ke mana uangnya? Kayaknya buat nyogok anggota baru deh.. Liat tu di kampung-kampung, semakin banyak aja mereka tidur-tiduran. Ya kaan. Buset dah!”

Putri tak menampik. Malah cuek. Menurutnya, mungkin, para polisi memang tak suka tidur di kasur.

Lalu di mana?

Pangeran yang tampan itu tak sependapat. Ia melihat bahwa polisi bukan tak doyan tidur di kasur, tapi mungkin memang uang hasil tilang tidak digunakan untuk membeli ranjang, tapi menyogok setiap anggota baru agar mau tidur-tiduran di badan jalan, sehingga kian banyak polisi yang tidur di jalan, dan aman-aman saja meski dilindas-lindas.

“Udah, biar aja mereka gitu..”

O! Tak boleh dibiarin. Mereka enak tidur, kita sengsara, kata pangeran. Ia meminta sang putri mengingat suatu hari di mana mereka jalan bersama. Syahdan, kala itu mereka melihat ada lelaki tua terjatuh, gara-gara tersandung beberapa tubuh polisi yang tidur bareng di jalan.

Sang putri menerawang, dan ingat. Tapi ia memetik buah pikir, bahwa menurutnya itu bukan salah polisi. Polisi hanya menjalankan tugas. Emangnya itu saja tugas polisi?

“Dan kamu tau apa artinya mereka berpose tidur di jalan? Agar pengguna jalan berhati-hati.”

“Tugas kok di jalan?”

“Jadi, haruskah mereka bekerja di rumah? Ongkang-ongkang kaki dan memakan gaji buta?”

Bukan begitu, kata pangeran. Maksudnya, biarlah para polisi sering-sering razia saja. Tak perlu tidur-tiduran di jalan. Pun nanti, yang dijaring pengendara yang melanggar rambu lalulintas juga.

“Tak pernah kan polisi menangkap pengendara yang melaju kencang di atas anggota mereka yang tidur?

Mereka tak harus menangkap orang yang melaju kencang di atasnya, Putri Hijau menggugat, karena orang-orang itu akan terima ganjarannya sendiri, tersungkur? Mungkin itu salah satunya.

“Sanksi itu bukan hanya bisa diterima dari jalur hukum, pangeraaaan. Di mana saja, kapan saja, jika melakukan kesalahan kita pasti akan terima sanksi.”

“Uda beh. Tak ada habisnya kalo kita omongin mereka. Uda dulu ya. Aku mau cari di mana ada razia nih, mau nyumbang lagi. Terserah mereka mau bawa ke mana uangnya. Yang penting niat kita bersedekah. Ehehe.”

Putri Hijau merasa bersalah dengan kalimat di pesan pendek terakhir dari Pangeran Cahaya.

“Kamu kenapa? Apa yang bisa kubantu?”

“Ahaha. Sms terakhir itu endingnya, hai. Ehehelg.”[]

*Cerita di atas hanya fiktif belaka, terinspirasi dari seseorang. Mohon maaf jika ada kesamaan kasus, menyinggung pemikiran, atau malah jenaka murahan.

Rawa Sakti, 5-6 Agustus 2012

Advertisements

Author: Makmur Dimila

A calm boy. Love reading, travelling, and writing.

One thought on “Kenapa Polisi Tidur di Jalan?”

Terimakasih telah berkunjung. Komentar Anda kebahagiaan kita. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s