Kasida Hijau (5)

Kau kehujanan di sebuah simpang tiga
itu hujan langka
rinai-rinai dusta mengguyurmu
kau menggigil
nyaris lebur tubuhku memandangi sketsamu


Kau menyumpahi hujan di sebuah simpang tiga
itu hujan langka
bila benar aku yang mengirimkan mendung
aku berhenti menjadi awan
dan bila benar seseorang yang lain
mari kita berdoa agar (kadang) aku menjadi mentari bagimu;
menghangatkanmu tapi membakar seseorang itu

Kau masih kebingungan di sebuah simpang tiga
itu simpang celaka
bila benar aku yang menurunkanmu di situ
tolehlah ke kiri
dan bila benar seseorang yang lain
palinglah ke kanan
aku menunggumu di bibir jalan
ada banyak awan di sini
lihatlah yang seperti payung
dan aku tengah merajut selimut untukmu
kau bisa mendengar kasida dalam selimutku
merapatlah
berteduhlah
rebahlah di dadaku
senyummu segera terbangkan kita
ayolah, hijau

Rumah Orangtua, 16 Agustus 2012

Advertisements

Author: Makmur Dimila

A calm boy. Love reading, travelling, and writing.

Terimakasih telah berkunjung. Komentar Anda kebahagiaan kita. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s