Tarian Malam

malam sangat muram
tenggelam dalam tubuhnya sendiri

ia mengira kita telah binasa
dan sengaja menangis dari akar-akar langit

dari bawah bumi bertepuk tangan:
ayo menangis lagi malam

sekejap malam tak mengetuk jendela kita
sebab jendela kita terbuat dari bumi

malam menangis keras dan air jatuh melalui pori-pori awan
tikam-tikam atap kamar kita

hati kita bangkit
mengayuh-kayuh dalam genangan airmata malam

bumi menudung kepala dan berontak:
berhentilah menangis malam

kita bernyanyi dalam genangan:
airmata ini manis sekali. airmata ini manis sekali

malam menari-nari di pohon-pohon
kita diajaknya berdansa kembali di panggung cemara:

menginjak-injak bumi
menyenggol-senggol bumi

raihlah tanganku
aku menuntunmu berdansa lagi bersama malam

Sagoe Kupi, 23 Agustus 2012, 12:33 WIB

Advertisements

Author: Makmur Dimila

A calm boy. Love reading, travelling, and writing.

Terimakasih telah berkunjung. Komentar Anda kebahagiaan kita. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s