Pameran Senyum

kau tahu kenapa bulan muram malam ini?
karena separuh cahayanya telah kau pinjam
untuk kau bikin senyum terindah
kemudian kau lukis di wajahku

o aku akan mengarak wajahku keliling ibu kota
menandingi lampu-lampu trotoar
mereka kalah. bulan apalagi; sudah dari tadi..
senyum kita adalah raja dan ratu malam ini

oh senyummu. oh senyumku
kita mengarak mereka sepanjang malam;
semacam pameran senyum
bukan untuk foya-foya
tapi sumbangi tempias-tempias senyum kita
kepada pengemis-pengemis di sudut-sudut kota
kepada sampah-sampah yang ditindas di jalan raya
kepada pasien rumah sakit jiwa
bahkan kepada bulan

kita tidak foya-foya dengan sepasang senyum kita
kembalikan saja kepada bulan
biarlah esok ia bagi rata senyum itu kepada yang belum mendapatkannya malam ini
hm.. ayo kita tidur..

Rawa Sakti, 31 Agustus 2012

Advertisements

Author: Makmur Dimila

A calm boy. Love reading, travelling, and writing.

Terimakasih telah berkunjung. Komentar Anda kebahagiaan kita. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s