Bunga-bunga Langit

Aku dan kamu bukan katak dalam semak-semak kerontang
Tapi kita mengacungkan tangan dari lubang tanah retak-retak
Lempari bunga-bunga langit dengan  kata-kata

Katak-katak bersorak-sorak melihat kata-kata kita
Menari-nari di punggung talas
Menangkap kata-kita kita yang jatuh timpa kepala mereka
Dilempari lagi bunga-bunga langit
Dan kata-kata kita jatuh lagi
Menimpa lautan
Aha.. Ikan-ikan kedipkan mata
Pungut kata-kata kita
Dilemparinya bunga-bunga langit

Sejenak kelopak-kelopak langit menggulita
Kita mendongak dengan senyum bunga matahari
Bunga-bunga kristal putih gugur. Bertalu-talu.
Mendaratkan kedamaian pada hidungku, hidungmu

“Bau bunga!” aku setengah berteriak
Kita timbul-tenggelam dalam kebahagiaan,
seperti bunga-bunga bintang ditemani bulan purnama
Kita menyesap harum cinta dari bunga-bunga langit
dan berdansa dalam guyur bunga
Katak bertamasya dalam genangan bunga
Ikan lena dalam lautan bunga

Kita mencintai bunga-bunga langit
saat yang lain tak mencintainya, mungkin.
Kita mencintai lubang tanah retak-retak
karena bunga-bunga langit juga mencintainya

Rawa Sakti, 6 September 2012

Dimuat Serambi Indonesia, 9 September 2012

Advertisements

Author: Makmur Dimila

A calm boy. Love reading, travelling, and writing.

Terimakasih telah berkunjung. Komentar Anda kebahagiaan kita. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s