Di Bawah Dadaku

Petang menyuruhmu pulang bersama matahari
Di sebuah persimpangan jalan
kau berpisah dengan matahari
Kau ke timur, matahari ke barat,
ia tak mencintaimu

Di timur kau akan mendapatkan cintaku (?)

Kau lelah
Lalu rebahkan tubuhmu di punggungku
Kau membelai kepalaku
Lihatlah bulu dadaku, kataku
Kau turun dengan senyum mawar merah
Berbaring menghadap bulu lebat dadaku
dalam sebidang kegelapan
Kau melihat wajah seorang pria berbinar di bulu dadaku
seperti aku melihat tahi lalat berkilau di bibirmu

Sebenarnya kau ke timur bukan mencintaiku
tapi menyukai bulu dadaku
dan hanya mencintai wajah pria itu

Wajah itu menyembul dengan senyum bunga matahari
bagai lentera dalam kegelapan bulu dadaku
Wajah itu mencintaimu karena ia hanya mencintaimu

Rumoh Aceh, 10 September 2012

Advertisements

Author: Makmur Dimila

A calm boy. Love reading, travelling, and writing.

Terimakasih telah berkunjung. Komentar Anda kebahagiaan kita. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s