Romansa Sembilan Belas

kau sudah tahu aku sedang melangkah
di jalan berliku di bawah langit hitam tanpa bulan

sebenarnya bulan selalu ada
hanya awan berpindah-pindah

ketika demikian, kau lah bulan di depan dadaku
ketika tidak, kau lah bulan di atas kepalaku

tuntun aku kalau salah liku
jangan sampai awan berhenti di atas kepalaku

sebab kutahu kau lebih dulu melewati jalan ini
aku ingin berterimakasih padamu

dengan caraku, berterimakasih pelan-pelan
sembari mengembara di jalan berliku

aku yakin sekali
akan mencapai tanah subur

untukku dan untukmu;
kelak bulan tidak lagi di depan dada atau di atas kepala

tapi selalu menyala sembilan belas centi meter
di depan mataku

dan kita akan menjadi bulan untuk yang melangkah di jalan berliku

19 November 2012, Banda Aceh

Advertisements

Author: Makmur Dimila

A calm boy. Love reading, travelling, and writing.

Terimakasih telah berkunjung. Komentar Anda kebahagiaan kita. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s