Elegi Palestina

malam di Gaza adalah ketakutan yang
tersaji di meja makan,
kepanikan di sisi bantal,
kengerian di samping ayunan,
dan kesempatan anak-ibu
melihat Izrail pada cermin retak:
lalu bertanya di mana ayah-suami

peluru jatuh seperti hujan
roket mekar bagai petir di langit hitam
kemerdekaan hanya arang untuk melumur
muka bocah-bocah Gaza yang garang
lalu luruh di atas meja bekas Israel
menyetrika pakaian Amerika

bulan padam,
pagi, siang, adalah kabar duka lain
yang (hanya) kau (sekadar) lihat di tivi-tivi,
lalu berkata: kasihan Palestina

tidak adakah yang berani
mengantar duka ke meja makan malam Yahudi,
menyetrika pakaian Amerika dengan aroma darah
bocah-bocah dan perempuan Gaza?

Lambaro Angan, November 2012

Makmur Dimila adalah pegiat di Komunitas Jeuneurob

(Serambi Indonesia, 26-11-12)

Advertisements

Author: Makmur Dimila

A calm boy. Love reading, travelling, and writing.

Terimakasih telah berkunjung. Komentar Anda kebahagiaan kita. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s