Hujan Turun dari Setangkai Mawar

Hujan Turun dari Setangkai Mawarhujan suatu malam turun tanpa sayap
yang mengepakkan petir di atap Kutaraja

sebutir di antara juta bulir memercik
pada setangkai mawar merah merona

menjulang di taman sehabis kerontang
daun-daun merampak damai

. . .

malam itu, seperti suatu malam lalu,
gugur adalah cerita lama yang kembali

mawar seperti mendengar petir
dari butir hujan yang bernyanyi di kelopaknya

duri di tangkai menggeliang murka
butir hujan turun, menyusut dalam duka

laut adalah eksodus yang tenang
butir hujan tinggalkan taman yang buram

gontai merayapi tanah Lampulo
Krueng Raya dan Syiah Kuala

debur ombak dan gigil udara
menyambut kepulangannya ke awan sementara

mawarku yang permai, bulirku kemarin dan sekarang
adalah bulirku untukmu esok dan nanti

Rawa Sakti, 14 Desember 2012

Advertisements

Author: Makmur Dimila

A calm boy. Love reading, travelling, and writing.

Terimakasih telah berkunjung. Komentar Anda kebahagiaan kita. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s