Sajak Daun Pada Batang

(kepada AM binti MU)

daun kering musim gugur mengalir
di arus bergelombang,

mencari tepi dan muara,
meski cadas batu menghadang.

mereka adalah kelaziman yang berulang-ulang,
muncul ketika masanya datang.

tetes-tetes hujan membasuh luka
pada batang yang gersang.

malam-malam datang mengelusnya,
ia tumbuh dan disayang.

pagi-pagi pada batang basah,                               
daun kecil menatap apa saja:

tandus yang masih betah                                      
di batang lain yang jauh.

batang yang rapuh
digerus rayap dan dikerat tikus.

lubang ternganga pada batang,
ulat-ulat yang jahat memakannya gesa-gesa.

bahkan kambing memanjat batang,
memakan daun dan cabang.

adakah mereka merindukan masa-masa
yang hijau seperti daun kecil dan batang musim semi?

daun kecil melambai di batang yang merona,
mengirim doa pada mereka yang merana:

“musim gugur jangan kembali
musim semi jangan pergi.”

bila-bila kelaziman yang jahat datang
pada masanya yang dadak, semisal badai,

daun kecil bertahan pada batang,
dengan hari-hari lalu yang telah membeku:

membentuk kepercayaan dan kasih sayang,
keyakinan dan pengertian, harapan dan komitmen yang matang.

batang dan daun kecil yang matang, pada masanya,
melahirkan bunga-bunga dan buah-buah,

mengandung benih-benih yang rindang,
untuk batang-batang yang akan datang.

Rumoh Aceh, 1 Maret 2013

Sumber: Serambi Indonesia, 3 Maret 2013
 
 
 

Advertisements

Author: Makmur Dimila

A calm boy. Love reading, travelling, and writing.

Terimakasih telah berkunjung. Komentar Anda kebahagiaan kita. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s