Yatedo, Mesin Pencari Manusia

Yatedo bisa membangun dan membunuh reputasi kita di dunia maya.

Iseng-iseng mencari nama saya di mesin pencari Google, eh, profil lengkapku muncul di laman Yatedo. Mulai dari tempat dan tanggal lahir hingga segala kegiatan saya yang terpublis di dunia maya. Sekiranya intelijen butuh data kita, Yatedo cukup membantu. Waaaaah, gawat nih!

Yatedo? Apaan tuh?

Pada 22 Mei 2012, rescue.com menulis sosok penemu Yatedo.

Situs ini memulai dengan sebuah pertanyaan: jika “orang yang beruntung adalah orang yang dibutuhkan orang lain”, maka apa yang dibutuhkan orang untuk mencari tahu segala hal tentang orang yang dibutuhkannya? Barangkali pertanyaan itu dapat dijawab Saad Zniber.

Masyarakat dunia mulai gila pada jejaring sosial sejak 2007. Orang-orang dengan berani menggunakan nama asli di jejaring sosial.

Mereka saling berbagi. Kebiasaan-kebiasaan muncul: update status, tag foto, berbagi konten digital dengan teman-teman, tidak peduli jarak.

Akibatnya, saling berbagi ini meninggalkan jejak digital mereka di web begitu saja alias berserak.

Amyne dan Saad. (source: yatede.com)
Amyne dan Saad. (source: yatedo.com)

Berpijak pada fenomena itu, Saad Zniber dan temannya Amyne Berrada menganggap pentingnya untuk mengumpulkan jejak pengguna jejaring sosial.

Sebelumnya memang sudah ada mesin pencari klasik, namun data hasil pencarian amburadul.

“Mengapa tidak menciptakan mesin pencari orang saja? Dengan cara ini pengguna bisa menemukan siapa pun dengan kata kunci apapun yang ia inginkan!” tulis Saad dan Amyne di blog Yatedo. Mereka menyebutnya identitas digital.

Pertualangan pun dimulai di kamar mahasiswa Ilmu Komputer Paul Sabatier University  Toulouse, Perancis, itu. Malam mereka penuh dengan kode dan kafein.

Perangkat mesin pencari Yatedo. (source: yatedo.com)
Perangkat mesin pencari Yatedo. (source: yatedo.com)

Selagi menciptakan perangkat lunak Yatedo, keduanya menyempatkan diri bekerja sekaligus belajar di Chongqing University, Cina, selama setahun.

Kemudian kembali ke Paris dan mengambil master Ilmu Komputer di Eropa Institute Of Technology.

Zniber merancang perangkat mesin pencari sementara Berrada fokus mempersiapkan peluncuran (bisnis). Perangkat (fisik) mesin pencari dirancang menyerupai robot.

Setelah 2 tahun kerja keras, mereka menuntaskan alat pencarian semantik tersebut, dengan konsep menampilkan hasil pencarian dalam bentuk kartu identitas digital.

Yatedo akhirnya diluncurkan pada tahun 2009. Produk mirip KTP digital ini memiliki tagline: The most powerful and comprehensive people search on the web atau kira-kira “pencarian orang tercepat dan tersesuai di web”.Hm, luar biasa, memang. Percobaan pertama langsung berhasil. Siapa sih Saad? Namanya berbau islam gitu ya?Menurut rescue.com, Saad Zniber lahir dan dibesarkan di Maroko.

Ia pindah ke Perancis pada tahun 2004 untuk menyelesaikan pendidikan sekolah tinggi.

Kehidupan Perancis memikat Zniber, ia pun pindah dari Marseille ke Toulouse. Di kota ini, Saad melanjutkan studi di Paul Sabatier University.

Sementara Berrada adalah warga asli Perancis.

Kenapa diberi nama Yatedo?

Pemberian nama produk tidaklah sembarangan. Saad dan Amyne memilih demokratis. Mereka meminta robot mesin pencari itu sendiri untuk mencari nama melalui teknologi semantik dan fonetik.

Robot diperintahkan mencari tiga suku kata yang mudah diucapkan dalam bahasa apapun. “Yatedo”, saran pertama yang diberikan robot. Mereka langsung setuju.

Yatedo pun menjadi mesin pencarian siapapun di web. “Misi kami adalah membantu orang-orang terhubung satu sama lain, mengelola reputasi mereka dan meningkatkan visibilitas online.”

Data pribadi seseorang disaring dari jejaring sosial Facebook dan Linkedln.

Informasi penunjang pribadi tersebut dikumpulkan dari berbagai sumber dunia maya seperti pemberitaan media online dan youtube.

Data dan informasi itu kemudian membentuk semacam biografi kita di dunia maya. Reputasi seseorang bisa dibangun disini.

Namun, ada pihak yang tidak suka dengan Yatedo karena dianggap membuka privasi orang lain, apalagi jika kita membebaskan privasi akun Facebook dan Linkedln bisa dilihat siapa saja.

Jangan khawatir ya sobs, ada tips untuk menghapus jejak kita dari Yatedo, seperti yang saya lakukan atas saran Aron Marriott-Smith melalui atomace.com, hingga Yatedo bersedih (lihat gambar).

Ekspresi yang muncul usai kita hapus biodata dari profil Yatedo. (source: yatedo.com)
Ekspresi yang muncul usai kita hapus biodata dari profil Yatedo. (source: yatedo.com)

Setelah menghapusnya, identitas kita takkan muncul lagi di Yatedo, sehingga informasi tentang kita kembali berserak di berbagai sumber dunia maya lainnya.

Jejak pengguna Facebook sangat mudah dilacak oleh search engine google melalui Yatedo.

Kalau yang dicari adalah prestasi, its oke. Tapi seandainya untu hal negatif, gimana?

Yatedo telah mencatat alamat dan biodata lengkap netizen sesuai tertera di informasi Facebook. So, pertimbangkan kembali jika ingin mengarsipkan kehidupan Anda di Yatedo.

Sebab menurut saya, Yatedo bisa membangun dan membunuh reputasi kita di dunia maya.[]

Rumoh Aceh, 27 Juli 2013

Advertisements

Author: Makmur Dimila

A calm boy. Love reading, travelling, and writing.

Terimakasih telah berkunjung. Komentar Anda kebahagiaan kita. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s