Eksperimen, Sirup Delima Mak Po

Sirup Delima Mak Po ala Koki KataBuah delima, orang Aceh menyebutnya boh glima bruek atau glima mekah, sudah langka. Namun saya menemukan masih banyak di rumah Mak Po.

Siang di Lampuuk agak adem dibanding Kota Banda Aceh yang membakar kulit. Minggu 15 September 2013 juga tampak meriah di gampong yang tergolong teduh. Saya dan beberapa kawan KPM memenuhi undangan pesta pernikahan putri mantan keuchik. Dari Lorong Geutapang di pinggir jalan Blang Bintang Lama, Darussalam, kami melewati karpet merah di muka rumah mempelai. Diset mewah. Layak acara fesyen syo saja. Usai makan dan ramah-tamah, kami ke rumah Jariyah atau dikenal Mak Po.

Wanita paruh baya singgel ini memang sesuai namanya; jariyah. Anda sering dengar sedekah jariyah? Nah, dia juga suka memberi, tak harap kembali. Sewaktu kuliah pengabdian masyarakat dulu, ia kerap membawa kami makanan. Dan hari ini, kami bebas memilih buah-buahan di halaman rumahnya sesuka hati. Sayang, sawonya lagi mandul. Sementara mengkudu, delima, dan bunga-bunga lainnya sedang bersemi.

Saya belum lupa dengan irisan delima Juli lalu. Hari itu saya tak enak badan akibat begadang. Tapi setelah mengunyah biji delima, badan saya jadi enak. Hari ini, kami membawa pulang masing-masing satu buah delima, setelah lebih dulu menyantap di rumah semi permanennya. Terimakasih Mak Po. Kami akan kembali.

Di Rumoh Aceh, tempat tinggalku, saya melakukan eksperimen. Modalnya cuma sebagai berikut.

  1. Satu buah delima utuh

    Boh glima pemberian Mak Po. (Dok. Me).
    Boh glima pemberian Mak Po. (Dok. Me).
  2. Belah vertikal dengan beberapa sisi

    Glima bruek kaleuh teplah-plah. (Dok. Me)
    Glima bruek kaleuh teplah-plah. (Dok. Me)
  3. Sediakan air dingin segelas (air mineral beri es kristal bekalangan)
  4. Keruk dua sisi biji delima ke gelas

    Aneuk glima lam glah. (Dok. Me)
    Aneuk glima lam glah plaseutik. (Dok. Me)
  5. Suguhi sirup dua sendok makan

    Segelas es biji delima diberi sirup (atas). Setelah diaduk (bawah). (Dok. Me)
    Diberi sirup (atas). Setelah diaduk (bawah). (Dok. Me)
  6. Aduk sejenak
  7. Aliri sedikit susu menyerupai stalagmit bahkan mirip wayang

    Sirup Delima Mak Po disuguhi susu, siap saja. (Dok. Me).
    Sirup Delima Mak Po ala Koki Kata disuguhi susu, siap saji. (Dok. Me).
  8. Aduk lagi jika ingin susunya menyebar

So yummy, “Sirup Delima Mak Po ala Koki Kata” siap diminum. Bedanya minuman ini dengan lainnya adalah setiap sekali teguk harus memamah biji delimanya, sehingga rasa asamnya dapat selagi manis sirup-susu sirna pelan-pelan.

Cukup menghilangkan gerah, di samping bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Khasiat buah ini tak perlu diragukan lagi. Ia disebut-sebut dalam Alquran kok. Sementara biji yang tersisa tadi, saya taburkan di halaman rumah, semoga berkah.[]

Rumoh A, 15 September 2013

Advertisements

Author: Makmur Dimila

A calm boy. Love reading, travelling, and writing.

Terimakasih telah berkunjung. Komentar Anda kebahagiaan kita. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s