Bersama Ungu di Malam Terakhir IIMS

Saya bisa belajar menikmati sedikitnya kesempatan menikmati even internasional. …

Saya dari Aceh, Rikar dari Banten, dan Akida dari Jogja, diberi kesempatan mengunjungi Indonesia Internasional Motor Show 2013. Undangan spesial kepada juara 1, 2, dan 3 lomba blog Paling Venomenal yang digelar Venom Indonesia beberapa waktu lalu.

Minggu jam 8 pagi 29 September, Akida mengabari sudah di hotel Dragon Inn di Kran Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat. Ia akan menungguku yang berangkat empat jam kemudian. Rikar sepertinya tiba di hotel ketika saya sedang membaca Napoleon Dari Tanah Rencong; Novelisasi Perjuangan Hasan Saleh dari sit di ekor Lion Air.

Lantas kedua blogger itu ke JIExpo, venyu IIMS 2013, saat saya masih bernegosiasi dengan sopir taksi di Bandara Soekarno Hatta. Baru jam 6 selepas magrib saya bisa ke Jakarta Internasional Expo menumpangi bajay dari hotel.

View JIExpo dari gerbang masuk. (Dok. Me)
View JIExpo dari gerbang masuk. (Dok. Me)

Memasuki Gedung Niaga, beragam booth (stan) otomotif menyambut. Pengunjung menyemut.

Fotografer membidik model fotogenic. (Dok. Me)
Fotografer membidik model fotogenic di salah satu booth. (Dok. Me)
Pengunjung melintasi mobil colt truck. (Dok. Me)
Pengunjung melintasi mobil colt truck. (Dok. Me)
Model asing berpose. (Dok. Me)
Model asing berpose. (Dok. Me)

Coba memotret di beberapa but, saya akhirnya ketemu Akida dan Rikar, di satu sudut dalam arena pameran seluas 75 ribu m2.

Rikar (paling kanan) ikut kontes Goyang Cesar dipandu Spidermen jadi-jadian. (Dok. Me)
Rikar (paling kanan) ikut kontes Goyang Cesar dipandu Spiderman jadi-jadian. (Dok. Me)

Rikar pemilik blog mrikartayusani.blogspot.com mengaku blogger sejati. Ia kelahiran Juni 1990, enam bulan lebih tua dariku. Akida lahir pada 1987, pemilik blog gajebot.com. Namun kami tampak sebaya dan patut kusebut “Trio Venomenal”. Berikutnya, saya ke but Venom bareng mereka yang lebih dulu singgah tadinya.

Cahaya ungu menari-nari di but Venom di Hall A2-SP 18. Disko yang dimainkan dije, mecing dengan sebuah mobil paling venomenal yang mejeng di sana. Kemudian saya tahu namanya Venom Hight-1. Ia tampak gagah dan fotojenik. Hampir semua pengunjung foto bareng dengannya, termasuk kami.

Bocah berpose di Venom Hight-1
Riangnya si bocah berpose di Venom Hight-1. (Dok. Me)
Saya juga ingin foto bareng Venom Hight-1 dong.. (Dok. Rikar)
Saya juga ingin foto bareng Venom Hight-1 dong.. (Dok. Rikar)
Trio Venomenal: Akida, Rikar, dan saya. (Dok. Me)
Trio Venomenal: Akida, Rikar, dan saya. (Dok. Me)

Puas foto-foto, Trio Venomenal kini mencari panitia lomba. Kami disarankan menemui Rizal, Manajer Promosi Venom Indonesia. Dia tahu bahwa pemenang lomba akan dibawa ke IIMS namun tidak tahu kalau kami sudah di sana malam itu.

Ia agak syok. Sebab pelaksana lombanya adalah Venom Medan dimana mereka sudah kembali ke sana beberapa hari lalu karena mesti mengurus kontes. Baiklah, kini kami coba mengorek lebih banyak soal perjalanan Venom Indonesia.

Sejak 1998, PT Sumber Sejahtera Audiotama (SSA) mulai mengimpor beberapa brand car audio system, merek-merek berkualitas dan berharga tinggi. “Namun sejak krismon melanda Tanah Air, harga pasar melonjak sehingga menyusutkan daya beli,” cerita Ronny Alexander, Marketing Manager SSA.

Wawancara dengan Ronny (tengah) dan Rizal (kanan). (Dok. Me)
Wawancara dengan Ronny (tengah) dan Rizal (kanan). (Dok. Me)

Baru pada 2002, Irwan Kusuma Direktur SSA mendapat kabar ada brand audio mobil Amerika yang berkualitas tinggi namun harga terjangkau. “Kita diminta ke Korea untuk melihatnya, pabriknya di sana,” tutur Ronny.

Irwan tertarik dan mengimpornya sekaligus mendirikan Venom Indonesia pada tahun itu juga. Mulailah produk Venom menerobos industri audio mobil Indonesia, namun lebih pada produk untuk modifikasi mobil. Dealer resmi dibuka di beberapa daerah. Animo masyarakat cukup bagus hingga beberapa tahun kemudian.

Seiring perubahan zaman, Venom Indonesia menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi otomotif. Sejak 2010, sebut Ronny, Venom Indonesia memberikan konsep baru pada produknya, yaitu sound quality (SQ).

Di samping itu, Venom mengikuti berbagai kontes audio untuk memperkenalkan produknya. Paling “venomenal” ketika meraih juara pertama SQ kelas 20 juta di ajang kontes audio mobil European Multi Media Association (EMMA) Asia 2011 (baca di: mobil.otomotifnet.com).

Hingga merayakan eksistensinya yang ke-11 pada Maret 2013, produk Venom Indonesia dengan SQ pun telah dikenal masyarakat seperti Venom Inteligent Series Full System, Venom Purple Storm Series,  Venom Vertigo Series, Venom Silver Series, Venom X Series, dan Venom Inteligent Series.

Keikutsertaan IIMS 2013, menurut Rizal, merupakan partisipasi Venom Indonesia yang ke 10 dari 21 pameran otomotif se-Asia Tenggara yang telah digelar. Kali ini, kata Rizal, pihaknya lebih memperkuat perkenalan produk Venom Audio ke masyarakat. Selama 11 hari, beberapa event ditampilkan, seperti Venom Photo Contest, Live Sexy DJ Set, Venom Sexy Dancer, dan Everyday at Our Booth.

“Sekarang kita persiapkan produk Venom dengan melihat kemampuan pasar, menghadirkan produk berkualitas untuk masyarakat kelas bawah hingga atas,” ungkapnya.

Namun juga tidak lupa menjawab tantangan di era digital, dengan menciptakan Processor Venom Pandora VRP-1 yang baru saja diluncurkan di awal pagelaran IIMS 2013 (baca di bosmobil.com).

Rizal dan Ronny tampak sibuk sebab malam sudah larut, sementara kru Venom sedang membongkar but ditemani para babes sexy. Rizal ajak kami foto bareng sebagai dokumentasi, bahkan minta kami ke kantornya besok. Pertemuan kami dengan Venom Indonesia diakhri pemberian bingkisan Venom.

Foto bareng Rizal. (Dok. Crew Venom)
Foto bareng Rizal. (Dok. Crew Venom)

Besok pagi, saya sudah dinanti Lion Air, tek of jam 11.45 siang, lebih cepat dari Akida. Saya tak mungkin ke kantor Venom lagi, khawatir terjebak macet. Di en, pamit saja via telfon. Ketika transit di Bandara Internasional Kuala Namu, saya dapat sms dari Akida terkait klarifikasi dari panitia lomba, bahwa telah terjadi miskomunikasi.

Menurut Panitia, kami ke IIMS layaknya pengunjung, sedangkan honor akan dikirim via rekening dan gadjet ke alamat rumah masing-masing. Syukur deh. Kami pun maklum, sebab ini lomba pertama mereka gelar.

Meski trip ini berlangsung sekilas pandang, saya tetap bisa menikmati “Si Ungu” di malam terakhir IIMS. Saya bisa belajar menikmati sedikitnya kesempatan menikmati even internasional. Itu sudah dari cukup. Terimakasih Venom Indonesia, semoga semakin eksis.[]

Advertisements

Author: Makmur Dimila

A calm boy. Love reading, travelling, and writing.

2 thoughts on “Bersama Ungu di Malam Terakhir IIMS”

Terimakasih telah berkunjung. Komentar Anda kebahagiaan kita. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s