Malamnya Hip-hop Aceh

DARI pinggir jalan raya depan Vi Ai Pi Coffee Batoh, saya seperti nonton film Barat “50 Cent” yang beradu kecepatan mengarang lirik. Vokal dengan beat yang riuh di lantai dua bikin saya ngebet melihatnya. Padahal tadinya enggan ketika diajak seorang blogger muda.

Kukira, kita yang suka menulis, perlu merambah ke segala aspek untuk menambah wawasan.

Saya pake sandal jepit dan celana jeans plus kaos. Itu saja modalku. Selanjutnya pasang tampang apatis, meliuk-liuk di antara ramenya penikmat kopi di lantai satu, hingga mencapai tangga.

Wah, wah, wah, sepertinya saya salah kostum. Anak-anak muda, kebanyakan cowok, hanya beberapa cewek, melekuk-lekukkan tubuh perlahan mengikuti para rapper. Pakaian mereka macam-macam lah, bergaya urban, aksesoris metal. Saya cuma mengangguk-angguk kecil di samping kerumunan dan mengambil beberapa gambar.

Para talent NADStarr berbaur dengan kru Loco Fame. (Dok. NS)
Para talent NADStarr berbaur dengan kru Loco Fame. (Dok. NS)

Oh, begitu hip-hop Aceh? batinku. Ya, Sabtu malam minggu kedua Oktober, saya dapat tiket gratis menyaksikan peluncuran album pertama grup musik hip-hop Banda Aceh, Loco Fame. Album berjudul Drama Life itu mempersembahkan 14 single berceritakan perjuangan personil Loco Fame selama menggeluti hip-hop.

NADStarr dicetus pada 2010, diantaranya oleh Zico, rapper muda berdarah Aceh kelahiran Norwegia, dan J Siregar. Mereka membangun indie record. Lantas membentuk Hiphop NAD Syndicate (HNS), induknya grup hip-hop Aceh.

Sejak itu, mereka menciptkan single rap. “Baru Loco Fame yang pertama kita bikin album,” cerita Direktur NADStarr, J Siregar. Kalau tutur Afka, Manager Loco Fame, seminggu lalu, “ini merupakan cara kami menghasilkan karya nyata.”

HIP-HOP adalah genre musik yang dicetus imigran Afrika di Amerika (Afro-Amerika) pada awal 1970-an. “Masuk Indonesia pada 1990-an,” singkap Jere, rapper Dwellfam asal Medan yang diundang menghadiri loncing.

Pada dasarnya, hip-hop perpaduan antara rapping, dee-jaying, breakdance, dan graffiti. Kemudian muncul beatboxing. Dari segi itu, hip-hop berbeda dengan genre musik lainnya. Ia bisa mencakup semua aspek dalam atmosfer musik beat.

“Semua musik ekspresif, tapi hip-hop lebih ekspresif,” tambah Jere. Khusus rap, sifatnya fleksibel. “Rap ga ada nada, jadi bisa masuk ke semua genre musik,” simpulnya.

Rap, intinya, berbicara dengan rima mengikuti ritme atau ketukan beat. “Dije memaikan beat yang diciptakan melalui instrument digital, rapper yang memasukkan liriknya mengikuti ketukan,” jelas Siregar.

Ada beberapa aliran rap yang berkembang, seperti trip hop, electro, cristian hip-hop, gangsta rap, club R&B, dan lain-lain. “Bagusnya, Loco Fame tetap pada musikalitas Oldskool Rave Hardcore, yang merupakan akarnya genre hip-hop,Jere salut.

Pemuda yang menggeluti hip-hop sejak 2004  dan mendirikan Dwellfam pada 2009 itu mengemukakan, kelebihan lain rap adalah bebas berekspresi dalam lirik. “Seperti untuk propaganda, provokasi, dan kritik sosial,” sebutnya.

SEJAUH ini, Loco Fame yang dibentuk pada 2012, telah dua kali meraih juara satu kontes rap di Banda Aceh. Namun tidak enteng dicapai. Mereka pernah gagal membangun grup hip-hop.

“Pada 2008, kami membentuk grup hip-hop, namun harus bubar pada awal 2012,” urai Siregar. “Tak boleh kami sebutkan namanya, karena itu sudah dibubarkan,” tegas Mamz, ketika kutanya apa nama grup itu.

Ada perbedaan pikiran,” ungkap Siregar. Hm, itu mah penyakit lama komunitas, batinku. Dari pengalaman suram, kini mereka akan melakukan yang terbaik untuk memajukan hip-hop Aceh melalui NADStarr.

“Kami akan mencari talent dan menerima demo single hip-hop dari anak-anak Aceh, kalau memang punya bakat, kami akan membantu,” Siregar membeberkan, “kami juga akan membuka studio rekaman ke depannya.”

Jika ada pihak yang menganggap miring terhadap pertumbuhan hip-hop Aceh, NADStarr tidak khawatir.

Semua entertainer punya haters (baca: pembenci), tapi mereka justru menjadi semangat kami dalam membangun musik hip-hop,” kata Siregar dengan enjoy.

Foto bareng Loco Fame. (Dok. NS)
Foto bareng Loco Fame. (Dok. NS)

Rata-rata, para talent NADStarr kelahiran 1992-1993. Muda-muda dan kreatif di bidangnya. Semoga sukses, yaw. Gitu deh Malam Mingguku. Hei yaw, bagaimana malam Minggu kalian?[]

Advertisements

Author: Makmur Dimila

A calm boy. Love reading, travelling, and writing.

Terimakasih telah berkunjung. Komentar Anda kebahagiaan kita. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s