Yang Tersembunyi di Puncak Suhom

Minggu siang itu, sesungguhnya saya tak punya harapan untuk sekadar menemukan keindahan tersembunyi di balik Air Terjun Suhom. Namun saat kawan-kawan komunitas mempersiapkan makan siang di bebatuan, tak jauh dari air terjun, saya penasaran di mana letak hulu air sehingga terjun deras sejauh 20 meter dari tebing.

Yang ini sudah sangat biasa, ada yang lebih menarik di puncak sana.
Yang ini sudah sangat biasa, ada yang lebih menarik di puncak sana. πŸ˜€

Saya menculik Mirza Gralel dan Fakrizan July. Diam-diam kami mendaki. Dari samping kiri pembangkit listrik tenaga mikrohidro, kami mengikuti jalan setapak di sisi tabung oren sebesar batang kelapa.

Melewati titik air terjun kecil yang juga sering digunakan untuk pemandian, kemudian menanjak lagi. Setelah sekitar 10 menit mendaki, kami menggapai sebuah bendungan. Di sini pula tabung pipa raksasa tadi terhubung.

Fakrizan said: "it is bendungan." Perjalanan masih panjang.
Fakrizan said: “it is just bendungan, perjalanan masih panjang.” πŸ˜€

Dari situ, kami beralih ke sisi kanan. Mengikuti jalan setapak di pinggir sungai sambil mendongak. Sungai itu dialiri air jernih di celah-celah bebatuan besar berlumut. Mirza menggunakan patahan cabang sebagai tongkat.

Mirza memimpin dengan tongkat.
Mirza memimpin dengan tongkat.

Ia menyisir ruas jalan setapak di dinding bukit, hingga kami kembali mencapai titik air terjun yang asri. Mereka mencicipinya. Saya memotret saja.

"Suet silop lee beh," Fakri said. :D
“Suet silop lee beh,” Fakri said. πŸ˜€
Setelah 20 menit mendaki, rehat sejenak.
“Setelah 20 menit mendaki, rehat sejenak, Bro.” Mirza pretty funny if like that. πŸ˜€

Petualangan dilanjutkan.

Mendaki Suhom

Perlahan kami mulai melihat pucuk sungai. Sejauh mata menatap lurus ke depan, sebuah gubuk di perbukitan. Sejenak terpana.

Hulu yang mulai tampak.
Hulu yang mulai tampak. Ada jambo (gubuk) di atasnya.

Sedikit menurunkan pandangan..

Waaaaah waah.. bebatuan besar dialiri bulir air besar nan jernih. Sepertinya itulah hulu air terjun yang tersembunyi di Puncak Suhom. Kami mendekat dan melampiaskan kelelahan mendaki yang hampir satu jam. Is taim tu cebur diri. πŸ˜€

Seorang tua membawa duren dari kebun yang ada jambo tadi. "Lon woe dari lampoh, Neuk," told him,
Seorang tua membawa duren dari kebun yang ada jambo tadi. “Lon woe dari lampoh, Neuk,” told him.
The golden moment. Saatnya mandi. Melipur lelah.
The golden moment. Saatnya mandi. Melipur lelah.
Saya pun meraih kesempatan. "Come here, Bro. Pict me!" (Dok. Fakhrizan July).
Saya pun meraih kesempatan. “Come here, Bro. Pict me!” (Dok. Fakhrizan July).
Mirza berjemur, eh, berendam di air terjun dalam celah tebing.
Mirza berjemur, eh, berendam di air terjun dalam celah tebing. πŸ˜›
Bung Mirza layak bintang iklan kosmetik. Xixi
Bung Mirza layak bintang iklan kosmetik. Xixi
Usai mandi, kami naik ke atas lagi. Tak nyangka ada tempat mandi juga (1). Teros ada himpitan batu menyerupai pintu goa (2&3).
Usai mandi, kami naik ke atas lagi. Tak nyangka ada tempat mandi juga (1). Teros ada himpitan batu menyerupai pintu goa (2&3).
Tampaknya, inilah hulu air terjun Suhom. Saya masih niat menelusuri hingga jauh, tapi kawan sudah sejam lebih menunggu di bawah. "Ayam bakar, Brooo."
Tampaknya inilah hulu air terjun Suhom. Saya masih niat menelusuri hingga jauh, tapi kawan-kawan sudah sejam lebih menunggu di bawah. “Ayam bakar, Brooo.”
Saatnya turun. "Horeee, mission is accomplised." Senangnya kami. :D
Saatnya turun. “Horeee, mission accomplised.” Senangnya kami. πŸ˜€

Air terjun Suhom terletak di perbukitan antara Desa Suhom dan Desa Krueng Kala, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar. Pada pengalaman kami 20 November 2011 itu, saya perkirakan: jika masuk dari jalan Banda Aceh-Calang, ia berjarak sekitar 3 km. Atau sekira 75 km dari Kota Banda Aceh, melewati Pantai Lampuuk, Lhoknga, dan Leupung. Tiket cuma Rp 5 ribu per orang. Jika sudah terbiasa dengan air terjun Suhom, gapailah hulunya di puncak dengan berani tapi jangan sendiri.[]

From Rumoh Aceh to The World, 30 Oktober 2013

Advertisements

Author: Makmur Dimila

A calm boy. Love reading, travelling, and writing.

4 thoughts on “Yang Tersembunyi di Puncak Suhom”

Terimakasih telah berkunjung. Komentar Anda kebahagiaan kita. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s