Globalkan Aceh dengan Blog

SHBN & AHARI Blogger Nasional ditetapkan pada 27 Oktober 2007 oleh Menteri Komunikasi dan Informatika RI kala itu, Muhammad Nuh. Lantas siapa yang sangka setahun kemudian, pemuda Aceh mempopulerkan Hari Blogger Aceh pada 1 November 2008. Sungguh dunia telah didatarkan oleh akses internet. Beberapa platform  diciptakan, seperti blog.

Blog secara umum kependekan dari kata “web log”. Ia merupakan aplikasi web berupa tulisan-tulisan yang dimuat di halaman web tersebut. Tulisan itu dikenal dengan postingan. Adapun media blog pertama kali diperkenalkan oleh blogger.com milik PyraLab. Perusahaan Google kemudian mengakuisasinya pada 2002. Sejak itu blog yang mulanya sebatas menyajikan postingan berisi curahan hati, perlahan berubah menjadi multifungsi. Ia bisa untuk media kampanye politik dan promosi perusahaan. Blog kemudian terus berkembang dengan menciptakan fitur interaksi, seperti kolom komentar bagi pengunjung.

Ketika pengaruh sosial media berlabuh di langit Indonesia, pemilik/pengelola/penulis blog (blogger) semakin kegirangan. Postingan blog bisa dengan mudah disebarluaskan melalui jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Google +. Kompas.com bahkan membangun wadah khusus bagi pecinta blog yaitu Kompasiana. Di sini masyarakat Indonesia leluasa menyampaikan aspirasinya dengan kaidah jurnalisme warga.

Gairah blog semakin menggurita tatkala beberapa orang menjadi populer karena blog. Sebut saja misalnya Raditya Dika, yang kini dikenal dengan program Stand Up Comedy-nya dan serial Malam Minggu Miko. Awalnya ia hanyalah penulis di blog pribadinya kambingjantan.com (radityadika.com sekarang). Postingan khasnya yang mengocok perut pembaca membangun reputasinya di dunia maya.

Kumpulan pengalamannya di blog itu lantas dibukukan dengan judul “Kambing Jantan” pada 2005. Buku novel itu populer secara nasional dan ceritanya difilmkan. Ia kemudian memenangkan Indonesian Blog Award dan The Online Inspiring Award tahun 2009 dari Indosat.

Menurut data “Social Media Landscape”, blogger di Indonesia berjumlah 4,1 juta pada awal tahun 2011. Data terbaru versi Wakil Presiden ASEAN Blogger Chapter Indonesia Amril Taufik Gobel, jumlah blogger melonjak per akhir 2011 menjadi 5 juta, meningkat 10 kali lipat jika dibandingkan 500 ribu pengguna pada 2008, sebutnya di sela Festival Blogger ASEAN di Surakarta, 10 Mei 2013. (tempo.co).

Kini popularitas blog di tanah air semakin naik daun. Kehadiran blog telah menjadi bagian dari kegiatan sosialisasi warga Indonesia. Blog juga memberikan berbagai kesempatan baru bagi yang ingin mengembangkan diri, berbisnis, bertukar pikiran, dan sebagainya. (Intimate Newsletter, 21 Oktober 2013)

Blogger Aceh
Hemat penulis, saat ini aktivitas blogging di Aceh belum sepopuler daerah lainnya di Indonesia, tapi semarak ngeblog terasa kian meningkat dari hari ke hari, khususnya di Banda Aceh. Saat media massa mainstream menerapkan batas-batas tertentu dalam menyampaikan aspirasi masyarakat, sebagian rakyat kecil mencari akal untuk memilih media alternatif.

Pilihannya jatuh pada blog sebagi media yang murah dan ekspresif. Anak muda Aceh secara aktif maupun pasif memanfaatkan berbagai platform blog gratis terkenal seperti blogspot dan wordpress untuk bersuara di dunia maya. Beberapa pebisnis, akademisi, jurnalis,  juga membeli domain blog permanen untuk beropini di dunia maya. Apa yang mereka dapatkan di dunia nyata diulas secara wajar melalui dunia internet, namun tetap berusaha menjaga etika Informasi dan Transaksi Elektronik.

Amatan penulis, komunitas blogger di Aceh yang patut dikata sebagai pelopor masyarakat blogger Tanah Rencong adalah Aceh Blogger Community (ABC). Komunitas Blogger Aceh ini didirikan oleh beberapa pemuda Aceh pada 31 Oktober 2007. Sehari kemudian, 1 November 2007, ABC langsung mengudarakan website resminya acehblogger.org (sejak 2011 pindah ke acehblogger.or.id).

Kontribusi ABC mulai tampak tatkala menciptakan momen Hari Blogger Aceh atau Aceh Blogger Day pada 1 November 2008, atas inisiatif kebersamaan dari sejumlah anggota ABC waktu itu. Dalam situsnya, juga disebutkan, beberapa kegiatan diadakan ABC bertepatan dengan 1 November. Tahun ini, ABC menaja lomba blog “Yuk Menulis Aceh di Blog” bagi siswa SMA/sederajat di Aceh.

Belakangan; menjelang berakhir 2013, beberapa komunitas blogger lahir di Aceh, seperti GamInong Blogger oleh beberapa pemuda Aceh, dan terbaru SidomBlogger yang dicetus segelintir mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Ar-Raniry.

Anggota SidomBlogger saat kopdar. Seriously, right? (Dok. Me)
Anggota SidomBlogger saat kopdar akhir Oktober 2013. Seriously, right? (Dok. Me)

Dunia Datar
Internet mendatarkan dunia di era globalisasi. Menurut Thomas L Friedman dalam bukunya The Word is Flat, globalisasi terbagi tiga: Globalisasi 1.0, Globalisasi 2.0, dan Globalisasi 3.0. Dia menyebut Globalisasi 1.0 tumbuh di era sebelum 1800 Masehi dimana untuk menyatukan global butuh kekuatan otot dan negara. Sementara pada Globalisasi 2.0, pelaku utama penyatuan global adalah perusahaan-perusahaan multinasional. Dalam kurun 1800-2000 Masehi, salah satu motor penyatuan global adalah jatuhnya biaya komunikasi berkat penyebaran telegraf, telepon, PC, satelit, serat optik, dan world wide web versi awal. Sedangkan Globalisasi 3.0 lebih pada persaingan blobal, bukan lagi penyatuan global. Masa ini ditandai dengan kerjasama atau persaingan secara individual di kancah global paska tahun 2000.

Dalam buku yang menggetarkan dunia itu, terutama aspek bisnis, Friedman menyimpulkan, dunia yang besar menjadi sedang pada masa Globalisasi 1.0, dunia yang sedang menjadi kecil pada Globalisasi 2.0, dan dunia yang kecil menjadi sangat kecil pada Globalisasi 3.0. Pada masa yang disebut terakhir, internet menjelma motor persaingan global. Antarindividu dari berbagai belahan sudut bumi dapat bersatu dalam tempo sekejap. Dengan kata lain, dunia didatarkan oleh internet.

Dengan internet pula, saya hari ini menepis kekhawatiran penggunaan internet ke arah negatif. Melalui blog, kita bisa positifkan Aceh dan Indonesia, dengan postingan-postingan yang sehat. Apalagi disediakan pula fitur foto dan video; dunia nyata begitu mudahnya didokumentasikan dalam dunia maya. Kita bisa datarkan Aceh via blog.

Jika sesekali nakal dalam menyampaikan aspirasi dan inspirasi di blog, itu juga bertujuan positif. Meskipun pakar informatika Roy Suryo pernah “memvonis” bahwa ngeblog hanyalah tren sesaat, saya yakin dalam beberapa tahun mendatang, blogging menjadi gaya hidup warga Indonesia. So, mari globalkan Aceh dengan blog.

*Penulis adalah mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry angkatan 2009. Mulai aktif ngeblog tahun 2013.

Sumber: Serambi Indonesia 2 November 2013

Advertisements

Author: Makmur Dimila

A calm boy. Love reading, travelling, and writing.

3 thoughts on “Globalkan Aceh dengan Blog”

Terimakasih telah berkunjung. Komentar Anda kebahagiaan kita. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s