#9thnTsunami, Inner Beauty Museum Tsunami

Salah satu trending topic paling sering disebut setelah peristiwa tsunami Aceh 2004 adalah Museum Tsunami karya Ridwan Kamil. Bentuknya mirip rumah panggung khas Aceh. Konsepnya bukit evakuasi gempa. Menyerupai geladak kapal bila dilihat dari samping.

Miniatur Museum Tsunami. Foto : Julimar/museumgeologi.wordpress.com
Miniatur Museum Tsunami. Foto : Julimar/museumgeologi.wordpress.com

Pengunjung dengan arsitektur unik itu diharapkan dapat merasakan kejadian tsunami 9 tahun lalu. Tapi hingga beberapa tahun setelah diresmikan pada 2009, tampaknya museum tsunami tidak mendunia sebagaimana mengglobalnya nama Aceh pascatsunami. Dengan kata lain, museum tsunami bagai perempuan jelita dari luarnya tapi tidak memiliki “inner beauty” yang memberikan nilai lebih.

Saya beberapa kali memasukinya. Nuansa religi terasa  (hanya) saat berada dalam cerobong 40 meter di ruangan gelap. Namanya The Light of God atau Ruang Penentuan Nasib. Tulisan lafal Allah menggantung di puncaknya, merefleksikan perjuangan korban tsunami. Jembatan Harapan atau Hope Bridge setelah melewati ruang gelap sering dijadikan latar foto-foto, bahkan untuk prawed pasangan pengantin.

Lafal Allah di Ruang Penentuan Nasib. Ada nama-nama korban selamat di dindingnya. Foto: insideyudie.blogspot.com
Lafal Allah di Ruang Penentuan Nasib. Ada nama-nama korban tsunami di dindingnya. Foto: insideyudie.blogspot.com

Melewati jembatan, pengunjung berada di lantai tiga. Di sana beberapa ruangan menyuguhi lukisan tsunami, miniatur, pemutaran video tsunami, suvenir, dan kue tradisional. Ruangan 4D masih eksklusif karena harus bayar tiket kalau mau masuk. Bau modern tercium ketika keluar, pada taman terbuka dengan resto-resto khas masyarakat urban.

Jembatan Harapan atau Jembatan Damai. Foto: ANTARA/Irwansyah Putra
Jembatan Harapan atau Jembatan Damai. Foto: ANTARA/Irwansyah Putra

Kesimpulan sementara saya, suasana di dalamnya belum mampu menyentuh alam bawah sadar yang membawa kita benar-benar seperti kembali ke hari Minggu 26 Desember 2004. Barangkali karena tidak didukung tenaga ahli terapi sugestif (pakar neuro-linnguistic-programming/NLP), padahal Ruang Penentuan Nasib dan Ruangan 4D sangat cocok untuk menyelami alam bawah sadar setiap pengunjung; merenungi bencana dan bersyukur atau bangkit dari keterpurukan.

Ironis ketika museum tsunami dijadikan tempat pagelaran kegiatan yang tak berkaitan. Misal Aceh Career Expo pada 7-8 Desember 2013; apa hubungannya pula! Parah lagi kalau museum tsunami dijadikan eksodus bagi yang sedang pacaran.

View yang bagus untuk pemotretan. Foto: foregone0.blogspot.com
View yang bagus untuk pemotretan. Foto: foregone0.blogspot.com

Lantas, apa yang harus dilakukan agar ketika kita masuk museum tsunami benar-benar memperoleh pengalaman spritual?

Saya dapat jawabannya hari ini di Garut, Jawa Barat, saat orang-orang Aceh melakukan doa bersama dan beragam kegiatan lainnya mengenang 9 tahun tsunami.

“Museum tsunami tampak biasa saja. Seharusnya ia menjadi museum wisata dunia sebagaimana peristiwa tsunami dikenal dunia. Jika segmentasinya masyarakat lokal, maka perlunya diberikan Terapi NLP bagi setiap pengunjung, sehingga alam bawah sadar mereka tersentuh,” ungkap seorang trainer NLP asal Bandung.

Menurut dia, harusnya ada tenaga experiential learning (belajar dari pengalaman) yang menguasai ilmu sub modality, yaitu paduan antara pancaindra dengan nurani. Modality disini artinya pancaindra sedangkan sub bermakna merasakan secara jelas. Misal modality-nya penglihatan, maka dengan diberi sugesti submodality ia akan mellihat lebih jelas.

“Dengan bantuan tenaga NLP, pengunjung semakin terhanyut dan seakan-akan dia merasakan dengan jelas dahsyatnya tsunami,” jelas lelaki itu seraya memperagakan orang seperti sedang dihipnotis pesulap.

Pria kelahiran 1971 yang menolak disebut namanya ini menegaskan, “harusnya ruangan 4D itu digratiskan jika museum tsunami bertujuan memberikan pendidikan kepada masyarakat.”

Barangkali orang Aceh belum menerima hal-hal semacam ini. Maksud saya sugestif NLP. Bayangkan jika setiap pengunjung museum tsunami diberikan sugestif NLP setiap memasuki Ruangan Penentuan Nasib dan 4D. Atmosfirnya pasti dapat. Orang-orang yang pulang dari museum tsunami pun akan  merasakan ketenangan yang hebat.

Museum tsunami, selama ini, lebih diarahkan sebagai objek wisata saja tanpa penekanan wisata religi. Tak ada yang mendunia dari museum tsunami kecuali bencana 24 Desember 2004 itu sendiri. PR-nya adalah bagaimana caranya membuat museum tsunami mendunia. Mungkin, sautu saat, solusinya adalah menawarkan terapi sugestif NLP bagi yang mau.[]

Advertisements

Author: Makmur Dimila

A calm boy. Love reading, travelling, and writing.

10 thoughts on “#9thnTsunami, Inner Beauty Museum Tsunami”

    1. Dia ga mau dipublis namanya Bang. Dia low profil tapi hight hill, eh, hight quality. Hehe. Alasannya, “pergerakan/terobosan seseorang yang kemudian ia terkenal akan mudah dimatikan karena semakin tinggi pohon menjulang semakin kencang angin bertiup. Tapi saya ingin menyiapkan SDM unggul untuk generasi mendatang dengan membangun karakter sosial anak-anak lewat sebuah pergerakan.” Orang ini tak mau memunculkan dirinya karena keberhasilan pergerakannya, sehingga usahanya tetap langgeng. Itu saja. 😀

  1. kayaknya perlu dilakukan promosi besar2an kak biar makin terkenal museumnya, dan makin banyak orang yang tau juga. terus kalo untuk suasana religinya, itu kan balik ke pengelolanya lagi ka, kalo pengelola udah mau kerjasama untuk ngadain acara2 yang “gak ada kaitannya” dengan museum ya berarti itu tanggung jawab pengelolanya kak. jadi kalau mau menekankan nuansa religi sih rasanya harus dibicarakan lagi dengan pihak pengelola, kak..

    1. Kalao di dunia maya, promonya sudah meluas. Sayangnya, itu belum cukup sebab tidak ada daya tarik lebih dari museum ini. Museum Tsunami tak hanya sekadar museum untuk mengingat masa lalu dan objek wisata, tapi harus ada ‘sisi lain’ yang mengubah sikap kehidupan pengunjung. Ya, saya setuju, pengelola harus mau berpikir dan bekerja lebih banyak untuk memunculkan inner beauty Museum Tsunami Aceh. Salah satunya, ide dalam tulisan ini (penguatan religi) dapat dipertimbangkan. Semoga! #kitacumabisakoar2untuksementaraini. 😀

Terimakasih telah berkunjung. Komentar Anda kebahagiaan kita. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s