Ada Nurdin Selain Mawardy

Sebelum alm. Mawardy Nurdin dianugerahi Bapak Pembangunan Kota Banda Aceh, ada Bupati Nurdin yang digelar Bapak Pembangunan Pidie.

Gedung Bulan Sabit
Gedung Bulan Sabit

ALMARHUM Mawardy Nurdin dianugerahi Bapak Pembangunan. Jasanya dua periode menjabat walikota telah mempercantik Kota Banda Aceh pascatsunami. Jika kita menyingkap sejarah, ada Bupati Nurdin yang melambungkan Pidie pada masanya.

Nurdin Abdurrahman dilantik sebagai Bupati Kabupaten Pidie pada 1980. Tak jauh dari tempat tinggalnya di Caleue, Indra Jaya, sebuah bukit bersejarah menarik perhatiannya.

Bukit itu jadi salah satu basis kaum ulama menyerang pasukan ulee balang ketika Perang Cumbok berkecamuk pada 1946-1947. Kemudian menyisakan peralatan perang sebagai kenangan dan ditumbuhi hutan. Namun Nurdin justru memilihnya sebagai pusat pemerintahan hingga ia berakhir menjabat pada 1990.

Roda meriam bekas Perang Cumbok yang masih tersisa. Meriamnya diamankan karena sebagian telah dicuri.
Ada tiga pasang roda meriam bekas Perang Cumbok yang masih tersisa. Meriamnya diamankan karena sebagian telah dicuri. Ini yang pertama, terletak di bagian utara kompleks Gedung Serba Guna.
Ini yang kedua, persis di bagian depan halaman Gedung Serba Guna.
Ini yang kedua, persis di bagian depan halaman Gedung Serba Guna.
Yang ketiga, terdampar di luar pagar Gedung Serba Guna bagian selatan.
Yang ketiga, terdampar di luar pagar Gedung Serba Guna bagian selatan.

“Bukit itu pada masa bupati Nurdin lebih terkenal daripada Kopelma Darussalam di Banda Aceh,” ujar Taufik, alumni SMA Gapui yang sering menghabiskan masa remaja di sana.

Abeh masa Nurdin, Pidie lagee aneuk manok mate ma/ketika Nurdin berakhir, Pidie bagai anak ayam kehilangan induknya,” tambahnya.

Semasa menjabat, Nurdin telah menyulap hutan di bukit itu menjadi pusat perhatian. Dia mendatangkan menteri-menteri sejak masa Presiden Soeharto. Menteri Pendidikan dan Olahraga, dr. Abdul Gafur yang pertama turun.

“Seminggu sebelum kedatangan menteri, masyarakat yang tinggal di sekitar bukit itu diperintahkan gotong royong,” cerita Apa Gantoe. “Dan hampir semua  masyarakat Pidie datang berbondong-bondong dengan senang,” sambungnya.

Pada hari menjelang turunnya menteri, masyarakat Pidie menyemut disana. Mereka ingin lihat helikopter untuk pertama kali mendarat di tanah kelahiran. Ketika menteri-menteri selanjutnya mampir, masyarakat akan lakukan hal yang sama.

Sekali menteri datang, satu gedung berhasil dilobi Nurdin,” cerita Apa Gantoe, warga Metareuem yang berbatasan dengan bukit itu. “Sehingga Nurdin Abdurrahman dikenal dengan Bapak Pembangunannya Pidie.”

Ayah artis Nova Eliza itu juga merintis pendidikan. Ia melalui Yayasan Abdurrahman mulai mendirikan Universitas Jabal Ghafur (Unigha) pada 1983. Nama Jabal Ghafur diambil dari nama menteri pertama yang datang kesana dan seorang putranya.

Tiga tahun kemudian, ia menghadirkan sutradara Eros Djarot dan artis Christine Hakim dalam penggarapan film Tjoet Nja’ Dhien. “Hampir semua masyarakat ditawarkan main, lon han kutem,” tutur Apa Gantoe, bahwa ia menolak tawaran main.

Rumoh Aceh, rumah panggung khas Aceh di Gle Gapui, replika rumah Cut Nyak saat syuting film. Awalnya di  kaki bukit, kemudian dipindahkan kemari dan dijadikan sekret Mapala Unigha.
Rumoh Aceh, rumah panggung khas Aceh di Gle Gapui, replika rumah Cut Nyak saat syuting film. Awalnya di kaki bukit, kemudian dipindahkan kemari dan dijadikan sekret Mapala Unigha.

Bukit yang kemudian lebih mudah diucap ‘Gle Gapui’ oleh masyarakat setempat menjadi salah satu lokasi syuting film perjuangan tokoh wanita Aceh itu.

Menjelang digelar MTQ Aceh pada 1987, seorang menteri datang. Nurdin pun meloni pengadaan gedung MTQ yang kemudian diberi nama Gedung Bulan Sabit tapi mirip White House. Hasilnya, Gle Gapui jadi tuan rumah lomba musabaqah provinsi.

Gedung MTQ, kini dipakai untuk perkuliahan Fakultas Teknik Unigha.
Gedung MTQ, kini dipakai untuk perkuliahan Fakultas Teknik Unigha.

Nurdin tak hanya membenah Gle Gapui, jalan perkampungan pertama kali diaspal pada masanya. Secara geografis, Kompleks Jabal Ghafur terletak di antara dua kecamatan. Timur jalan raya masuk wilayah Kecamatan Indra Jaya dan sisi barat jalan berada di wilayah Kecamatan Mila.

Kini, jika kita ke Gle Gapui, ‘golden age of Pidie’ itu tinggal kenangan. Gedung-gedung bekas pemerintahan telah berganti fungsi menjadi ruang perkuliahan Unigha. Cerita-cerita negatif dari bukit itu juga kerap menjadi salah satu sumber koran kuning.

Gle Gapui pada akhirnya jadi lokasi yang pas buat cuci mata bagi warga setempat dan sekitarnya. Puluhan warung, terutama kedai rujak, menjadi sasaran para muda-mudi di bukit itu.

“Sudah jadi Jabal Kufur,” kata seorang Teungku melihat keseringan terjadi pelanggaran syariat di sana.

Kita berharap, karya-karya Mawardy Nurdin di Banda Aceh juga tidak sia-sia di masa depan.[]

Berikut foto plus-plus dari Gle Gapui:

Masjid sumbangan Yayasan Amalbakti Muslim Pancasila yang diresmikan pada 1986 dan terletak di tengah-tengah Gle Gapui. Lebih dikenal Masjid Soeharto.
Masjid sumbangan Yayasan Amalbakti Muslim Pancasila diresmikan 11 Maret 1986 dan terletak di tengah-tengah Gle Gapui. Lebih dikenal Masjid Soeharto.
Gedung Biro Rektorat Unigha. Dikenal dengan Geudong Limong Sagoee karena berbentuk segi lima.
Gedung Biro Rektorat Unigha di utara Kompleks Gedung Serba Guna. Dikenal dengan Geudong Limong Sagoee karena berbentuk segi lima.
Gedung Teungku Chik Di Reubee. Bekas kantor pemerintahan yang dijadikan Fakultas Pertanian.
Gedung Teungku Chik Di Reubee. Bekas kantor pemerintahan yang dijadikan Fakultas Pertanian.
Bekas genangan air dari atap loteng bocor di depan pintu ruang kuliah FKIP MIPA.
Bekas genangan air dari atap loteng bocor di depan pintu ruang kuliah FMIPA.
Mahasiswi nongkrong di halaman FMIPA. Letaknya jauh dari selatan Gedung Serba Guna. 200 meter.
Mahasiswi nongkrong di halaman FMIPA. Letaknya jauh dari selatan Gedung Serba Guna. 200 meter.
Mentari pagi Januari 2014 di Tugu Jabal Ghafur. Jika mau kemari, tugu ini sebagai chekpoint.
Mentari pagi Januari 2014 di Tugu Jabal Ghafur. Jika mau kemari, tugu ini sebagai chekpoint.
Mau kemana, Bro? Nah, ini penunjuk jalan. Tepat di depan tugu. Selamat menikmati, kapan-kapan.
Mau kemana, Bro? Nah, ini penunjuk jalan. Tepat di depan tugu. Selamat menikmati, kapan-kapan.
Advertisements

Author: Makmur Dimila

A calm boy. Love reading, travelling, and writing.

14 thoughts on “Ada Nurdin Selain Mawardy”

      1. Nanti coba kita lirik ya, konsepnya sederhana udah langsung terbayangkan nih. Tinggal kita ‘sounding’ ke pejabat/panitia saja hahaha

  1. Jadi ingat lagi dengan alm. Bapak Nurdin AR, sang Bupati Pidie yang telah banyak berjasa membangun Pidie menjadi kabupaten yang tak bisa dipandang sebelah mata. Selain ayah Nova Eliza, beliau juga ayahnya Devi Diana, teman sekelas ku dulu. *Halah kok jadi curhat, hehe.

    Informatif artikelnya, trims for share yaaa. 🙂

    1. Kecamatan Mila. MILA itu singkatan dari huruf awal nama empat mukim yang ada di situ, Metareuem, Ilot, Lala, dan Andeue. Kreatif kan? Hehe

      Masih ada bang, itu foto saya jepret awal Januari lalu. Seminggu yg lalu sya pulkam, masih ada jg rumah itu. Sudah dijadikan base camp Mapala Unigha.

Terimakasih telah berkunjung. Komentar Anda kebahagiaan kita. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s