Lamnga (4) Syiar Islam dengan Madin

PEREKONOMIAN meredup. Tapi tidak dengan penegakan Syariat Islam. Upaya melestarikan syiar islami sudah dimulai pada 1992 ketika mendirikan Madrasah Diniyah bagi anak-anak usia SD, SMP, dan SMA/sederajat. Disusul pendirian TPA Al-Munawwarah pada 1997.

Tgk Saridin Harun bercengkrama dengan anak-anak Madin.
Tgk Saridin Harun bercengkrama dengan anak-anak Madin.

Teungku Saridin Harun, salah seorang pencetus Madrasah Diniyah (Madin) Lamnga mengungkapkan, lembaga pendidikan non-formal itu hadir untuk mengatisipasi kenakalan remaja.

“Masa itu, anak-anak SD kalau pulang sekolah menyabung ayam,” ketusnya. “Selain itu, anak-anak Lamnga harus mengaji ke Neuheun, gampong tetangga. Kadang kalau pulang, ban sepeda mereka sering bocor. Jadi perlu kita buat lembaga pendidikan yang dekat, sehingga mudah dikontrol,” sambungnya.

Serunya santri Madin Al-Mahabbah.
Serunya santri Madin Al-Mahabbah.

Anak-anak Lamnga belajar sekolah formal sedari pagi hingga siang. Ketika angka menunjukkan pukul 15.00 WIB, lonceng berbunyi di ruangan Madin Al-Mahabbah. Mereka akan belajar agama hingga tiga jam kemudian. Sesekali belajar di dalam masjid.

Murid Madin di depan Masjid Al-Mahabbah
Murid Madin Al-Mahabbah, senangnya mereka ketika difoto. 😀

“Ada tiga kelas di Madin. Awwaliyah selama 4 tahun belajar, Wushta 2 tahun, dan ‘Ulya 2 tahun. Sementara TPA cukup satu tahun belajar; jika sudah bisa baca Alquran, baru lanjut ke Awwaliyah,” jelas Teungku Iswandi, Kepala Madin Al-Mahabbah merangkap Kepala TPA Al-Munawwarah.

Kini, dia sedang mengupayakan Madin Al-Mahabbah untuk memenangkan Lomba Madrasah Diniah Unggulan se-Indonesia. Dia sudah mengirimkan semua persyaratan penilaian dalam bentuk audio visual melalui Kanwil Kemenag Aceh.

Semangat pengembangan Madin Al-Mahabbah membubung tinggi setelah dikunjungi Direktur Madrasah Diniah dan Pondok Pesantren Pusat dari Kemenag RI, Said Mustafa, pada September 2013. Iswandi merasa sangat pantas Madin Al-Mahabbah menjadi Madin Unggulan.

“Selama ini, jika ada pihak yang ingin mengetahui Madin terbaik di Aceh Besar, Dinas terkait pada Pusat Pemerintahan di Jantho menunjuk Diniah Al-Mahabbah dari tujuh Madin yang ada di Aceh Besar,” ujarnya.

Misi Madin Al-Mahabbah

Dia menyatakan, penunjang mutu Madin perlu terus ditingkatkan. Sebab kehadiran Diniah di tengah-tengah masyarakat dapat membantu pendidikan agama bagi anak-anak. Apa yang tak diperoleh di sekolah umum dapat dicapai pada Diniah.

Jika kemudian menjadi Madrasah Diniah Unggulan, biaya operasionalnya langsung dari Pusat,” kata Iswandi. Sehingga, cita-cita Teungku Saridin mencegah kenakalan remaja dengan mendirikan Madin mudah terwujud.

Madin Al-Mahabbah tunduk pada Kasie Madin dan Pondok Pesantren (Pontren) Aceh Besar. Setiap Madin dapat bermediasi dalam Forum Komunikasi Diniah Tingkat Kabupaten dan Provinsi.[Bersambung ke Lamnga 5]

Advertisements

Author: Makmur Dimila

A calm boy. Love reading, travelling, and writing.

Terimakasih telah berkunjung. Komentar Anda kebahagiaan kita. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s