Lamnga (6) Datanglah Kemari

Salat berjamaah di Masjid Jamik Al-Mahabbah.
Salat berjamaah di Masjid Jamik Al-Mahabbah.

MEMBENTUK kesadaran masyarakat Aceh agar berperilaku sesuai syariat islam harus dimulai dari skala terkecil. Dinas Syariat Islam Provinsi Aceh memetakan gampong se-Aceh pada 2008 untuk memilih tiga gampong yang dijadikan rule model pelaksanaan syariat islam.

Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, program gampong percontohan syariat islam hanya berlangsung sehari. Tim dinas mendatangi gampong itu dan memberikan workshop. Mereka pulang, perilaku gampong kembali seperti biasa.

Belajar dari situlah, saya pikir, tidak ada gampong percontohan yang instan,” ungkap Husni, Kabid Dakwah dan Peribadatan Dinas Syariat Islam Aceh, awal November 2013. “Untuk membentuk gampong percontohan butuh waktu bertahun-tahun,” sambungnya.

Ketiga gampong terpilih berdasarkan kriteria antara lain: majlis taklim berjalan; salat berjamaah hidup di meunasah; adanya pengadilan adat; kelengkapan struktur organisasi; dan rutin melaksanakan syiar islam seperti perayaan Hari Besar Islam.

Dinas sengaja tidak memilih gampong tertinggal. Sebab konsep dari program itu ialah ingin segera menunjukkan model gampong percontohan dalam mensyiarkan islam kepada gampong-gampong se-Aceh.

Program itu bukan dimulai dari nol, melainkan harus dari gampong yang sudah memiliki benih-benih syiar islam dalam kehidupan masyarakatnya,” jelas Husni.

Gampong percontohan diharapkan dapat menjadi model pelaksanaan syariat islam bagi seluruh gampong di Aceh. “Syiar islam tidak hanya dari sisi agama, tetapi juga diaplikasikan dalam aspek-aspek hidup lainnya,” simpul Husni.

Salah satu sisi atap Masjid Al-Mahabbah Lamnga yang rusak.
Salah satu sisi atap Masjid Al-Mahabbah Lamnga yang rusak.

Ketiga gampong terpilih dibina sejak Januari 2012. Pihak dinas mengalokasikan dana dan tenaga didik yang diseleksi tim dari DSI. Kegiatan-kegiatan berikut dihidupkan: mengaktifkan pengajian bagi kepala keluarga dan ibu rumah tangga, mengaktifkan TPA, mengaktifkan kesenian islami seperti tilawatil quran, barzanji, dan dalail khairat.

“Untuk sementara,” tandas Husni, “gampong-gampong itu masih dalam penguatan bidang agama. Jika nanti sudah terpenuhi, akan dilanjutkan dengan aspek lain, seperti pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.”

Menurutnya, pemerintah dan masyarakat harus saling mendukung agar program itu berhasil. “Kalau menganggap program ini ‘proyek’, maka tidak akan berhasil,” tegas Husni yang menjabat Kabid Dakwah dan Peribadatan sejak 2011. Di samping itu, bantuan dari instansi lain sangat dibutuhkan.

Setelah hampir dua tahun berjalan, semua kegiatan aktif di gampong terpilih, yaitu Lamnga (Aceh Besar), Arafah (Langsa), dan Sukatejo (Aceh Selatan).

Dalam beberapa kunjungannya, Husni menemukan perkembangan. Masyarakat antusias mengikuti pengajian, melancarkan TPA, latihan tilawatil quran bagi umum, barzanji bagi ibu-ibu dan remaja putri, dan dalail khairat bagi remaja putra atu anak muda.

Bocah Lamnga main bola di tanah bekas tambak.
Bocah Lamnga main bola di tanah bekas tambak.
Olahraga rakyat sebelum magrib, dengan latar puncak Perumahan Jackie Chan.
Olahraga pemuda Lamnga sebelum magrib, dengan latar puncak Perumahan Jackie Chan.

“Misal pada TPA Lamnga, kami cuma menyediakan anggaran untuk empat orang guru, tapi mereka bisa hadirkan sembilan guru,” sebutnya.

“Yang perlu dimantapkan ke depan adalah pemberdayaan ekonomi sesuai dengan taraf hidup masyarakat gampong percontohan. Misal Lamnga yang dominan berpenghasilan dari kelautan dan PNS,” tuturnya.

Mencari tiram di Pasi Lamnga.
Mencari tiram di Pasi Lamnga, menggantikan kebiasaan produksi garam yang hilang.

Husni menyatakan, program itu terhenti bila gampong tersebut sudah bisa mandiri mensyiarkan islam dari berbagai aspek. “Setelah itu, jika ingin contoh gampong pelaksanaan syariat islam, datanglah ke Lamnga,” simpulnya.

Selama tiga hari menelusuri gampong yang berbatasan dengan Lam Ujong dan Neuheun itu, saya menyimpulkan, Lamnga tidak hanya pantas sebagai Gampong Percontohan Syariat Islam, tetapi juga sangat layak dikembangkan menjadi lokasi wisata islami.

Kita juga bisa menikmati sunset dari titi gantung Lamnga.
Kita juga bisa menikmati sunset dari titi gantung Lamnga.

Jika kesana, datanglah sore hari. Lalu menanti matahari terbenam dari titi gantung, kemudian mengikuti kajian agama di Masjid Al-Mahabbah usai magrib.[Tamat]

NOTE: Keenam artikel ini telah diterbitkan pikiranmerdeka.com edisi 13 Februari 2013 dalam satu paket dengan judul Kedamaian di Lamnga.

Advertisements

Author: Makmur Dimila

A calm boy. Love reading, travelling, and writing.

2 thoughts on “Lamnga (6) Datanglah Kemari”

Terimakasih telah berkunjung. Komentar Anda kebahagiaan kita. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s