Senyum Indonesia Hebat

Percaya atau tidak, orang Indonesia gemar menyuguhi senyum yang menyiratkan rasa senang atau bahagia. Dalam menulis pesan pendek pun, kebanyakan kita tak lupa membubuhi tanda emot senyum di akhir pesan. Begitpun iklan—dalam berbagai konteks—di media massa yang dominan menampilkan senyuman.

Senyum pemuda Indonesia di Kota Tua Jakarta akhir Desember 2013.
Senyum pemuda Indonesia di Kota Tua Jakarta akhir Desember 2013.

Baru-baru ini ada survei dunia menyebutkan, lebih dari 55 persen warga negara Indonesia mengaku sangat bahagia dengan situasi yang dialami saat ini. Angka tersebut paling tinggi dibanding dengan warga dari 23 negara lainnya yang disurvei oleh IPSOS, perusahaan global dalam bidang kajian iklan, pemasaran, dan media.

Sebagaimana disiarkan merdeka.com pada 25 Januari 2014, di bawah Indonesia sebagai negara dengan persentase warganya sangat bahagia adalah India (41 persen), Meksiko (38 persen), dan Brasil (33 persen). Lihat tabel berikut:

Source: merdeka.com
Source: merdeka.com

Saya pikir, itu ‘prestasi bahagia’ Indonesia yang pertama. Ternyata tidak. Pada tahun 2012, Indonesia juga dinobatkan sebagai negara dengan warga paling bahagia di dunia. Sebagaimana dilansir artsjournal.com, situs online yang dikelola pengamat budaya dan novelis dunia, Norman Lebrehct, hasil survey IPSOS menempatkan Indonesia di urutan pertama negara paling bahagia di dunia. Lihat tabel berikut:

Source: artsjournal.com
Source: artsjournal.com

Siswa Indonesia juga meraih prestasi gemilang dalam hal kebahagiaan, menurut survei Program for International Student Assessment (PISA) di bawah Organization Economic Cooperation and Development (OECD).

Selain memetakan keterikatan siswa dengan sekolah, termasuk bahagia atau tidak mereka di sekolah, program itu juga memetakan kemampuan matematika, membaca dan sains. Survei ‘sense of belonging’ PISA-OECD ini dilakukan secara kualitatif pada tahun 2012 dan dirilis awal pekan Desember 2013.

Survei ini, seperti dikutip detiknews.com, melibatkan responden 510 ribu pelajar berusia 15-16 tahun dari 65 negara dunia yang mewakili populasi 28 juta siswa berusia 15-16 tahun di dunia serta 80 persen ekonomi global. Hasilnnya, Indonesia berada on the top. Lihat gambar berikut:

Source: detiknews.com
Source: detiknews.com

Sebagian menganggap aneh hasil survei itu, melihat banyak kasus korupsi yang membuat masyarakat Indonesia tak bahagia. Begitupun dengan kasus tawuran antarsiswa yang marak di “Tanah Surga” ini. Tapi menurut survei PISA, kebahagiaan siswa diukur ketika sedang sekolah, bukan setelah melepaskan seragam sekolah.

Adapun menurut hemat saya, warga Indonesia dinobatkan sebagai penduduk terbahagia karena mayoritas beragama  dan memiliki nilai sosial yang tinggi. Orang-orang yang beragama cenderung menganut nilai hospitality (keramah-tamahan) dan berjiwa sosial tinggi. Dua hal itu ditandai dengan murah senyum.

Senyum penduduk lokal di Kebun Teh Dayeuhmanggung, Garut, Jawa Barat, Desember 2013.
Senyum penduduk lokal di Kebun Teh Dayeuhmanggung, Garut, Jawa Barat, Desember 2013.

Belum banyak desa di pelosok Indonesia yang telah saya kunjungi. Selain di Aceh tanah kelahiran, saya pernah melihat ekspresi senyuman tulus warga desa di Medan, Riau, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Jakarta, Bekasi, dan Depok, sejak 2010.

Tidak hanya mendatangi langsung untuk melihat ‘sambutan’ penduduk lokal terhadap tamu, saya juga berjumpa dengan orang-orang dari berbagai daerah dalam kegiatan-kegiatan yang saya ikuti dengan peserta nasional. Dalam kegiatan itu, saya menemukan senyuman ramah dari orang-orang Jawa Timur, Makassar, Kupang, Bali, Palembang, Lampung, hingga Papua.

Dua proses di atas cukup menguatkan kesimpulan saya bahwa Indonesia Hebat karena senyuman penduduknya. Senyuman-senyuman itu akan kita temukan secara alami ketika mengunjungi desa-desa. Sebagaimana tergambarkan di televisi saat Jokowi “blusukan” ke daerah-daerah terpencil misalnya.

Boceh bertopeng senyum Jokowi di malam penyambutan tahun 2014 di Bundaran HI Jakarta.
Bocah bertopeng senyum Jokowi di malam penyambutan tahun 2014 di Bundaran HI Jakarta.

Suatu hari lalu di akhir Desember 2013, seorang pengamat pendidikan di Garut bilang pada saya, “Indonesia adalah negara yang kuat beragama. Sementara itu, orang-orang Barat mulai kehilangan nilai beragama. Sebagian mereka kini sedang mencari negara dengan penduduk mayoritas beragama. Dan Indonesia salah satu tujuan mereka dalam 10-20 tahun ke depan.”

Nah, selain kaya sumber daya alam, Indonesia juga kaya senyuman. Nilai hospitality inilah yang patut dijaga sehingga Indonesia hebat terus di mata dunia. Jadi, lukislah senyuman tulus paling indah di wajah Anda selagi masih hidup. 🙂

Advertisements

Author: Makmur Dimila

A calm boy. Love reading, travelling, and writing.

12 thoughts on “Senyum Indonesia Hebat”

  1. lihat Foto pertama langsung inget area kota tua , bener juga ya ternyata di sana lokasinya? 🙂

    senyum khan gratis ya, rugi kl nggak sering senyum 🙂

Terimakasih telah berkunjung. Komentar Anda kebahagiaan kita. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s