Meumong (3) Eforia Ek Bintang

Bermalam di sini, kita berkesempatan melihat bintang jatuh sembari tidur-tiduran di pantai.

Pantulan sinar matahari terbit di Pantai Meumong.
Pantulan sinar matahari terbit di Pantai Meumong.

KALI ini, saya telah mengingatkan Fahrijal sebelum bepergian agar tak lupa bawa pisau dan korek api. Selain logistik tentunya. Kami juga menyertakan fly sheet ukuran 300 x 300 m untuk bangun tenda. Parasut camping berwarna hitam dipinjamkan Ayah.

Tapi… lupa bawa alas untuk tidur! Haha.

Beberapa titik lampu berkerlap-kerlip di Pantai Lampuuek. Segaris dengan sinar lampu dari lima boat nelayan yang mangkir di tengah lautan, di depan garis pantai Lhoknga.

Sesekali ombak menghempas tebing terdengar bagai suara pemuda bakar karbit di malam lebaran puasa. Riak-riak juga bertautan dengan bunyi-bunyi binatang dari kegelapan hutan. Gemintang bagai bola-bola lampu yang menggayut di langit.

Baru setelah berganti hari, kami merebahkan badan di pantai. Kami lucuti fly sheet dan menggelarnya sebagai alas. Bila tertidur, kami benar-benar diselimuti angin alam terbuka.

Jak, meulo-lo kalon ek bintang rhot,” saya tantang mereka untuk menjadi yang terbanyak melihat ‘ek bintang’ jatuh.

Melihat ‘ek bintang’ jatuh seperti menjadi kegemaran masyarakat Aceh (mungkin Asia) ketika langit malam hari dihiasi gemintang. Menurut mitos, orang yang melihat ek bintang dalam momen tertentu akan mendapat suatu keberuntungan esok hari.

Ayooo! Mereka tak takut. Silih berganti, selang-selang lima menit, kami benar-benar melihat ek bintang jatuh. Saya bahkan sampai empat kali. Kami seperti di dunia fantasi. Larut dalam eforia ek bintang jatuh. Ini bukan mimpi. Sayangnya saya tak bisa merekam dengan gambar, iPad tidak mendukung suasana minim cahaya. 😦

Pun begitu, damai sekali rasanya berbaring di bibir laut menatap bintang yang sedang “buang kotoran”. Namun dalam damai, Zulham sempat gelisah, teringat akan motornya.

“Kawan saya bilang, aman-aman saja kok tarok motor di situ,” saya menepis keraguannya. Ya, menurut kawan saya dari Lamlhom, motor aman-aman saja diparkir di batas terakhir akses kendaraan tadi.

Namun kami bawa serta helm ke pantai. Sebagai ganti bantal, Zulham, Helmi, dan Fahrijal, tidur memakai helm. Saya cuma menutup kepala dengan topi jaket.

Baru bangun. Dua lagi masih "bermimpi". Lihat helmnya. :D
Baru bangun. Dua lagi masih “bermimpi”. Lihat helmnya. 😀

Syukur, jam 6 terbangun. Kami masih sedia kala. Tak ada yang raib. Tak ada yang berubah dari fisik. Di bibir pantai, gerombolan keurungkong sudah menunggu. Pasir pantai bergelombang mulus tanpa bekas tapak kaki.

Keurongkong, sejenis kepiting, berbaris di bibir riak. Meninggalkan sarang dari lubang-lubang tanah. Satu keindahan lain saat pagi di Pantai Meumong.

Gerombolan keureungkong sedang senam. :D
Gerombolan keureungkong sedang patroli. 😀
Keureungkong lagi senam sehat kayaknya. :D
Keureungkong lagi senam sehat kayaknya. 😀
Keureungkongs said: "Good morning Meumong." :D
Keureungkongs said: “Good morning Meumong.” 😀

Keurongkong lari berinjit-injit saat didekati. Cebur dalam riak. Terlihat sangat lucu dengan sepasang mata seperti antena radio. Sayangnya, binatang itu tak menghasilkan nada.

Tebak, wajah siapa ini? :D Clue: dalam bunker Belanda di dekat pantai.
Tebak, wajah siapa ini? 😀 Clue: dalam bunker Belanda di dekat pantai.
Matahari sudah merangkak, mari pulang.
Matahari sudah merangkak, mari pulang.

Dua jam kemudian, saat matahari benar-benar menyapa dari atas bukit di timur, kami pulang. Kami dapati motor yang masih aman. And the happy ending, seperti di film-film India.[Tamat]

Advertisements

Author: Makmur Dimila

A calm boy. Love reading, travelling, and writing.

7 thoughts on “Meumong (3) Eforia Ek Bintang”

Terimakasih telah berkunjung. Komentar Anda kebahagiaan kita. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s