Pura-pura Kreatif di Taman Cinta

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh bersama Diwana Creative membangun Gampong Kreatif di Taman Putroe Phang. Stan-stan bagaikan rumah-rumah baru di taman itu selama 1-4 Mei 2014. Anak-anak muda yang memamerkan karya kreatif adalah anggota keluarga yang berlomba-lomba menjadi keluarga terbaik di gampong itu.

Sore di Gampong Kreatif.
Sore di Gampong Kreatif.

Taman Putroe Phang seketika berubah fungsi. Dulu sekali, sewaktu Sultan Iskandar Muda berkuasa, ia membangun taman ini kepada istrinya, Puteri Pahang, seumpama Taj Mahal di India. Bukan tak sebab. Kerinduan putri Raja Pahang kepada kampung halamannya mendorong kreativitas Sultan.

Ia lantas membangun taman ini, melipur lara sang permaisuri, juga sebagai wujud cinta. Sekilas, kreativitas Sultan Iskandar Muda tertular ke anak-cucunya.

Aroma itu jelas tercium ketika saya melawat ke Gampong Kreatif, resminya bertajuk Pekan Kreatif Banda Aceh. Stan-stan diisi komunitas-komunitas seni, budaya, mode, kuliner, kerajinan tangan, dan multimedia.

Masing-masing mereka menawarkan daya tarik kepada setiap pengunjung, produk-produk keacehan, sesuai tagline even ini, “tamanyun tika, tahareukat, tabangun bansa”.

Selamat Datang. :D
Senangnya Si Iqbal sama Mursal. πŸ˜€

Saya berpikir akan ketularan kreatif dengan pelesiran ke destinasi di tengah hiruk-pikuk kota itu. Saya dan tiga kawan (blogger), singgah di rumah yang dihuni orang-orang pilihan. Stan Agam Inong Banda Aceh.

Mereka suguhi kami berbagai atribut duta wisata. Saat foto bareng, kami berpose mengusung salah satu atribut itu. Lihatlah saya ketika mengacungkan atribut kecil bertuliskan “IM THE NEXT TOURISM AMBASSADOR”.

Amiiinnn... :)
Amiiinnn… πŸ™‚ (FOTO: IST)

Kebayang gak kalau saya sedang mengenakan baju adat Aceh layaknya pengantin, memeragakan Agam, berdiri bersisian dengan Inong, mengumbar senyum lepas hingga tampak semua gigi, setengah membungkuk seraya mempertemukan kedua tapak tangan di depan dada, dan mengucapkan “Wellcome, Sir and Sis, have joy Banda Aceh, the next creative city.”

Gak kebayang juga?

Oh, tidak, lihatlah foto berikut, bahwa saya benar-benar ketularan Agam Banda Aceh. πŸ˜€

Ketika kita dipayungi, maka dunia milik kita berdua... :D
Ketika kita dipayungi, maka dunia milik kita berdua… πŸ˜€ (FOTO: IST)

Nah, keluar dari situ, stan Aceh Biola Community cukup menggoda. Wira, ketua komunitas penuh pengalaman seni biola, memantik kami untuk setidaknya “pura-pura kreatif“. Ya, lengkingan biola yang dimainkan seorang cewek bimbingannya, membuat saya menggesek dawai biola.

Pernah nonton film India, Mohabbatain?

Yep, saya membayangkan seperti Shah Rukh Khan saja waktu itu. Meski kemudian, Wira bilang, “kalau mau belajar biola, jangan langsung mainkan nadanya, tapi belajar dulu cara mengepitkan tubuh biola.”

Cerius bingits yak :D
Cerius bingits yak πŸ˜€ (FOTO: Iqbal Perdana)

Eleeeh eleeh, lagi enaknya jadi Shah Rukh Khan, kami diajari cara memposisikan biola yang benar.Β Tapi cukup memuaskan.

Lantas kami berlama-lama di Komunitas Mata Nanggroe alias Maroe, komunitas fotografi lubang jarum pertama di Aceh. Salah satu anggotanya, Ipah, menjelaskan bagaimana cara merekam objek dengan kamera lubang jarum. Foto-foto hasil jepretan mereka dipajang di jejaring yang ditempel di dinding stan.

Hasil jepretan kamera lubang jarum. Hitam putih.
Hasil jepretan kamera lubang jarum. Hitam putih.

Saya merasa akan seperti James Bond saja begitu tahu cara membuat kamera lubang jarum. Cukup dengan modal kaleng bekas, lakban hitam tebal, alat pelubang, dan kertas polaroid sebagai film. Waaah, siap dah jadi spyer. Memata-matai orang-orang yak tak mau kreatif. Kalau untuk tahu cara motret, gabung saja komunitas ini. Hoho.

Laaah!Β 

Asik juga ya main-main ke Gampong Kreatif. Sayangnya, sudah berlalu. Meski wet-wet ke sana sebentar, dari pura-pura, semoga kami benar-benar kreatif, lebih dari ‘penduduk Gampong Kreatif’. :

Satu pesan dari sana, bahwa taman adalah tempat yang paling cocok untuk mendidik manusia agar kreatif. Tidak percaya? Baca tulisan saya yang satu ini. Teurimonggeunaseh. πŸ˜€

Advertisements

Author: Makmur Dimila

A calm boy. Love reading, travelling, and writing.

14 thoughts on “Pura-pura Kreatif di Taman Cinta”

  1. hmmm aku selalu pengen ngakak ketawakalau lihat foto kalian bersama, makmur, iqbal, mursal, aduh kalian ini menggemaskan sekali, cubit sekali boleh? πŸ˜€

Terimakasih telah berkunjung. Komentar Anda kebahagiaan kita. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s