Aceh Women for Media


Perempuan berambut keriting pirang melenggang masuk ruangan. Dengan wajah sumringah menonjolkan matanya yang biru laut. Amy Mullins, namanya. Cukup terkenal bagi pengguna sosial media di Australia. Khususnya melalui akun Twitter, dia mengangkat isu-isu kesetaraan gender.

Tahun lalu, ada suatu konferensi tentang kebijakan perekonomian yang hanya menghadirkan 8 (delapan) pembicara lelaki. Amy dan kawan-kawannya dari Women’s Leadership Institute Australia (WLIA)—Lembaga Kepemimpinan Perempuan Australia—mentweet Event Organizer tersebut. Dia menyebutkan 8 perempuan yang layak bicara untuk konferensi itu. Namun tidak digubris.

“Tapi tahun ini, EO yang sama akhirnya minta kepada kami beberapa perempuan untuk acara tersebut,” cerita Amy, awal Mei 2015 itu. Continue reading “Aceh Women for Media”

Advertisements

Ilham dari Agam


Memiliki anak berkebutuhan khusus merupakan anugerah bagi pria ini.

Oleh Makmur Dimila

Taman Observasi Terapi Wicara dicetus oleh Saluddin Al Cassany, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sabang (STIES) Banda Aceh sekarang. Ditemui di ruangannya pada sore 21 Januari 2016, pria beruban ini sedang bersama Agam Rahmatamminna, putranya yang juga mengidap autisme.

Dia cerita, Agam lahir pada 1996 dengan kondisi normal. Bahkan sudah bisa berujar “Mama”, “makan”, saat berusia belum genap dua tahun. Namun kelainan muncul menjelang umurnya tiga tahun.

Sekitar 2001, Saluddin membawa putranya ke Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Banda Aceh di Merduati—sekarang sudah pindah ke Santan, Ingin Jaya, Aceh Besar. Continue reading “Ilham dari Agam”

Mengintip Dunia Autisme di Terapi Wicara


Jangan diam jika melihat anak berbicara sendiri atau berlagak semaunya. Bisa jadi ia salah satu anak berkebutuhan khusus di Aceh yang perlu segera diterapi.

Oleh Makmur Dimila

Ryni Afrianti memperlihatkan Alif selembar puzzle bergambar mata manusia. Keduanya duduk saling menghadap di meja kayu. Namun anak berusia lima tahun itu tidak menatap balik sang terapis.

“Maaa-ta!” Suara perempuan yang disapa Rini itu sedikit meninggi, memancing konsentrasi Alif. Continue reading “Mengintip Dunia Autisme di Terapi Wicara”

Rubama, Srikandi dari Nusa


Jika lelaki sudah enggan, izinkanlah perempuan membangun gampong.

Oleh Makmur Dimila

Patung perempuan berdiri bertuliskan “Perempuan Inspiratif Nova 2013” pada kaki plakatnya cukup menarik perhatian. Agak tersembunyi di salah satu kolom rak buku pribadi Rubama, di satu sisi luar rumah panggungnya. Itulah bukti fisik yang dibawa perempuan kelahiran 17 Agustus 1985 ini dari Bandung pada Desember 2013.

Saat itu, berdasarkan perjuangan sosialnya di Gampong Nusa, Mukim Lhoknga, Aceh Besar, ia direkomendasikan oleh aktivis gerakan perempuan di Aceh menjadi salah satu nominator Perempuan Inspiratif Nova. Continue reading “Rubama, Srikandi dari Nusa”

Edi Fadhil, Wujudkan Harapan Rakyat Miskin


Ada banyak orang yang menyatakan peduli pada kesenjangan sosial di Aceh, tapi tak ada orang yang mau fasilitasi kepedulian itu.

Oleh Makmur Dimila

Hobi Edi Fadhil memfasilitasi orang-orang yang peduli pada ketertinggalan Aceh muncul saat ia jalan-jalan pada Minggu akhir Mei 2015, di Kecamatan Sawang, Aceh Utara.

Ketika sedang menunggu di-service motornya di Desa Lhok Gajah, Sawang, ia bingung harus lakukan apa. Tak jauh dari bengkel, didapatinya rumah kecil berkonstruksi tepas rumbia, juga beratap daun rumbia, dan berlantai tanah. Continue reading “Edi Fadhil, Wujudkan Harapan Rakyat Miskin”

Berdamai dengan Bencana Sejak Dini


Every child is an artist. The problem is how to remain an artist once he grows up, kata Pablo Picasso, pelukis ternama dunia. Arti sederhana: Setiap anak adalah seorang seniman. Masalahnya adalah bagaimana membuat ia tetap menjadi seniman ketika tumbuh dewasa.

Dongeng Edukasi Bencana

SYAHDAN. Saya sangat senang melihat kreasi sebagian relawan Care Anak Gayo saat menangani anak-anak korban gempa Gayo 2 Juli 2013.

Sebulan setelah bencana berlalu, tepatnya pada 5 Agustus 2013, Yanti Octiva–alias Nyak Ti–dan beberapa relawan mengajarkan edukasi bencana dengan metode baru dalam konteks mitigasi bencana di Aceh. Continue reading “Berdamai dengan Bencana Sejak Dini”

Kompak Pindah Rumah


Kolektivitas Akar Rumput
Kolektivitas Akar Rumput

MENCARI perak, justru dapat emas! Setidaknya itu analogi yang tepat ketika kami melintasi pedalaman Aceh Jaya, medio Mei lalu. Sebuah pemandangan langka menghentikan laju mobil. Kami turun dan menikmati momen itu. Continue reading “Kompak Pindah Rumah”