Setelah 5 Tahun, Mampukah Hidup dengan Menulis?


Sabtu, 19 Desember 2015, usia saya genap 25 tahun. Seberapa banyak perbuatan baik dan buruk yang telah saya lakukan? Yang buruk sebaiknya diingat dan lupakan kebaikan.

Ironis. Saya yang sudah 5 tahun candu menulis tak pernah menuliskan dua hal itu. Tapi, Malaikat Raqib dan Atid tak pernah lupa. Hanya bisa berdoa semoga diampuni dosa-dosa, diberkahi umur dan selamat iman. #amin…

Menggapai 5 tahun pertama

Saya konsisten menulis sejak 2010. Setengah dekade. Berawal dari hobi. Mulai menjadi profesi semenjak medio 2014. Continue reading “Setelah 5 Tahun, Mampukah Hidup dengan Menulis?”

Advertisements

Kala Perempuan Memecah Kebisuan


jhon illusion

Oleh Makmur Dimila

//1//

“STOP sepak terjang murahanmu. Jangan jual Aceh!”

Seseorang memanggil Naimah Hasan dari luar rumahnya pada pagi 25 Februari tahun 2000. Saat itu, dia tengah menyiapkan sarapan pagi untuk suami dan anak-anaknya. Bergegas ia keluar dan membuka pintu.

“Tante, itu ditempel di pintu,” tunjuk si tetangga.

Naimah melihat pintu depan rumahnya. Ia terperanjat. Satu kalimat teror di kertas karton menghujam pikirannya. Padahal kelelahannya mulai mereda setelah menyukseskan Duek Pakat Inong Aceh tiga hari silam. Continue reading “Kala Perempuan Memecah Kebisuan”

Saya 24


Hari ini, 19 Desember 2014, saya berusia genap 24 tahun. Secara harfiah: bertambah dan secara hakikat: berkurang.


 

Begitu lama waktu yang telah saya nikmati selama hidup ini. Jika dituliskan, mungkin menghasilkan puluhan buku. Tapi sungguh naif, sejauh ini, belum satu pun buku sudah saya terbitkan. Haha.

Hidup adalah perjalanan.
Hidup adalah perjalanan.

Continue reading “Saya 24”

Berdamai dengan Bencana Sejak Dini


Every child is an artist. The problem is how to remain an artist once he grows up, kata Pablo Picasso, pelukis ternama dunia. Arti sederhana: Setiap anak adalah seorang seniman. Masalahnya adalah bagaimana membuat ia tetap menjadi seniman ketika tumbuh dewasa.

Dongeng Edukasi Bencana

SYAHDAN. Saya sangat senang melihat kreasi sebagian relawan Care Anak Gayo saat menangani anak-anak korban gempa Gayo 2 Juli 2013.

Sebulan setelah bencana berlalu, tepatnya pada 5 Agustus 2013, Yanti Octiva–alias Nyak Ti–dan beberapa relawan mengajarkan edukasi bencana dengan metode baru dalam konteks mitigasi bencana di Aceh. Continue reading “Berdamai dengan Bencana Sejak Dini”

The Karate Boys


The Karate Boys
The Karate Boys. FOTO: Mirza Sidqi

Manusia menampakkan bermacam-macam ekspresi saat matahari tenggelam di ufuk barat.Perwujudan bisikan batin dan olah pikir tentang apa yang dilakukan menyambut kehadiran kecantikan alam di langit Tuhan. Dan saya yakin kamu sangat suka menikmati sunset, tapi “kenapanya” ada di dalam hatimu sendiri. Continue reading “The Karate Boys”

Snorkeling di Seulako


Bubble
Bubble

Gerimis tak berhenti sampai kami menyiapkan peralatan selam di Scuba Weh. Saya harus menemani fotografer majalah dan kawan-kawannya menyelam. Saya harus ikut, demi tulisan yang terasa dan sedalam mereka menyelam nantinya. Continue reading “Snorkeling di Seulako”

Diculik Backpacker Cilet-cilet


Masih jelas terekam di kepala saya. Malam Kamis terakhir Mei itu, lelaki berbadan atletis membawa saya dari guest house, ke satu tempat yang sepi. Dalam perjalanan, saya heran. Kok? Mata saya tak ditutup. Tangan saya tak diikat. Dia juga tak pakai sebo.

Continue reading “Diculik Backpacker Cilet-cilet”