Rahasia Umum


Rahasia Agar Tulisan Anda Dimuat di Serambi Indonesia dan Harian Aceh

(Baru diperbarui, 25 September 2011)

Sungguh bersemangat ya membaca judulnya? Seharusnya begitu. Tapi panjang kali la.. Alah. Tepiskan soal judul. Hehe.

Anda penasaran kenapa orang begitu mudah tulisannya dimuat media massa. Sementara anda sudah beberapa kali mencoba tapi tak pernah dimuat sekalipun. Atau belum pernah mencoba, maka cobalah mulai sekarang. Dan anda ingin sekali nama anda terpampang di koran. Lalu anda buru-buru sms kawan atau semua kenalan ketika tulisan anda dimuat. Saya akan membuka rahasianya, meski terkesan sedikit nantinya. Tapi yakinlah, membaca artikel ini saya yakin tulisan anda akan dimuat, asalkan mau berani mencoba.

SERAMBI INDONESIA

1. Cerpen

Saban hari Minggu redaksi akan memuat tulisan dari umum di rubrik budaya. Di sana ada apresiasi, esai, cerpen, syair Aceh, puisi, catatan budaya, dan sajak. Terkadang hanya beberapa dari jenis itu saja dimuat di hari itu. Ia bisa gonta-ganti, kecuali cerpen yang selalu ada setiap minggu.

Serambi akan memuat tulisan yang berkenaan dengan masalah sosial, budaya, seni, agama, dan cinta (hanya untuk cerpen dan puisi). Jika ingin mengirimkan salah satu di antara beberapa jenis di atas, maka tulislah mengenai aspek-aspek di tersebut.

Namun di sini, saya hanya membahas tentang cerpen dan puisi. Sebab, tulisan saya yang dimuat di harian ini untuk sementara baru dua jenis itu. Hehe, Sory.

Untuk cerpen, tulislah mengenai sosial, budaya, agama, politik , cinta. Bagusnya apa yang sedang hangat terjadi di masyarakat. Atau gagasan baru. Begitu pula dengan puisi.

Gaya bahasanya bebas. Menulislah dengan bahasa seperti anda bertutur sehari-hari. Kriteria hingga September 2011, cerpen minimal 400 kata dan maksimal 900 kata, time news roman, font 12, spasi ganda, kertas A4. File-nya lebih bagus dilampirkan di surat, tidak dicopy ke tubuh email.

Dan ingat, menulis adalah untuk orang lain, bukan untuk kepuasan diri penulis.

2. Opini

Nah, untuk Senin-Sabtu, ada rubrik opini di harian ini. Dan mulai pertengahan September 2011, hari Sabtu dikhususkan bagi mahasiswa.

Redaksi akan menerima tulisan opini (ilimiah populer) yang sedang hangat terjadi di Aceh. Jarang mengenai masalah pusat (Indonesia). Serambi Indonesia biasanya memuat opini tentang politik, agama, sosial, ekonomi, pendidikan. Atau tergantung momentum, misalnya hari-hari besar. Memoriam ada juga, semisal mengenai 100 hari setelah kematian Hasan Tiro. Atau sesuatu hal yang sering terjadi dalam masyarakat, namun hal itu di luar dugaan orang lain.

Gunakan bahasa bertutur, seperti anda bercakap-cakap dalam kehidupan sehari-hari. Jangan memakai bahasa kuliah/pidato. Simpelnya, bahasa yang anda gunakan bisa dimengerti oleh semua golongan masyarakat: kalangan terbawah hingga tertinggi.

Nah, soal kata, tidak boleh lebih dari 4 halaman A4. Minimal sekitar 750-an kata dan maks 1000 kata. Spasi ganda, time news roman, font 12. File-nya bisa di tubuh surat atau pun dilampirkan. Karena ini tidak terlalu diperhatikan. Yakinlah! Anda bisa. Yang penting perdjoeangan.

Pengiriman

Kirim semua jenis tulisan anda kemari: redaksi@serambinews.com

Atau tulisan anda juga bisa dikirim langsung file-nya dalam bentuk print out ke kantor redaksi, ke alamat di atas.

Dan bila ingin membaca karya orang supaya tahu tulisan yang bagaimana dimuat redaksi, buka www.serambinews.com. Klik di rubrik budaya > cerpen/artikel/sajak/de el el. Atau klik di opini untuk membaca opini.

Oya,, Dimuat atau tidaknya tulisan anda, redaksi tidak akan mengabarkan. Kecuali anda mengirim print out yang bermaterai. Untuk cerpen, cukup ditunggu hingga dua minggu setelah pengiriman. Dan opini, maksimal seminggu usai pengiriman. Tapi khusus opini, adakalanya redaktur memberitahukan penulis sebelum dimuat opininya.

HARIAN ACEH

1. Cerpen

Tema cerita pendek untuk Harian Aceh bebas. Namun sering dimuat bila sesuai momen. Misalnya lagi musim haji, redaktur budaya (tamadun)  akan memuat cerpen mengenai haji jika ada yang mengirimkan tentang haji. Jika tidak ada, maka akan dipilih yang layak. Maksimal sekitar 1700-an kata. 1,5 spasi. Font 12. Time news roman.

2. Puisi/sajak

Temanya sama seperti cerpen, bebas. Kata maksimal 300-an kata.  Spasi, huruf, dan font juga sama dengan cerpen. Harian Aceh biasa memuat puisi atas beberapa judul dengan tema yang sama dari orang yang sama.

3. Artikel

Temanya berkenaan dengan dunia tulis menulis, budaya, seni. Harian Aceh suka memuat artikel yang berisi tentang wawasan luar negeri dan dengan syarat berhubungan dengan apa yang terjadi dan sedang dibutuhkan masyarakat Aceh.

Lain-lainnya sama dengan cerpen.

4. Resensi buku/film

Anda suka membaca? Kutu buku? Suka nonton film inspiratif? Jika ya, ke sini lah anda mengetes kemampuan anda membaca. Jangan asal baca atau tonton, berikan kepada orang lain apa yang telah anda baca dan saksiakan. Pahami dan resensikan bacaan/tontonan anda.

Tulislah resensi maksimal 900-an kata. Buku yang diresensi adalah buku-buku seperti novel, motivasi, filsafat, inspiratif. Sering dimuat buku/novel yang baru terbit. Begitu pula dengan film. Baru terbit dan bermanfaat bagi masyarakat. Atau buku-buku dan film-film yang menggugah. Lain-lain sama dengan cerpen/artikel.

Wah, capek ya bacanya? Ga papa. Yang penting hepy. Oye…

5. Opini

Temanya sama juga dengan Serambi Indonesia. Tapi saya tidak tahu persis. (Maaf). Mungkin kata-kata lebih banyak. Lain-lain sama seperti artikel.

Pengiriman

Cerpen, artikel, puisi, sajak, resensi, kirim ke: budaya@harian-aceh.com

Opini kirim ke: redaksi@harian-aceh.com

Cerpen bisa juga ke sini. Atau antarkan langsung karya anda dalam bentuk print out ke rumah saya untuk saya jadikan pembungkus martabak. Eh, salah ya? Oh, ya. Kirim ke kantor redaksi Harian Aceh di Jln T. Iskandar Lambhuk, Ulee Kareng.

File-nya bisa di tubuh surat maupun dilampirkan. Terserah anda. Demokrasi bung. Yang penting perdjoeangan!

Pemuatan

Anda harus super sabar. Puisi saya pernah dimuat 1 bulan lebih usai pengiriman. Saya mengirimnya seminggu sebelum bulan Ramadhan 1431 H, dimuat seminggu setelah lebaran. Karena kita harus antri. Selain puisi, paling lama tiga minggu setelah pengiriman mungkin. Ya ya…Dan dimuat/tidak tulisan anda tidak akan dikabari.

Bila anda ingin membaca karya-karya orang agar mudah mengenal tulisan yang bagaimana diinginkan redaktur Harian Aceh, maka buka www.harian-aceh.com dan klik di BLOG Harian Aceh. Di blog tersebut, suka-sukalah anda mau baca karangan siapa. Yang penting hepy dan……. Perdjoeangan! Oye.

Sekian dari saya Makmur Dimila. Semoga bermanfaat, lebih-kurang saya mohon maaf. Saya menerima koreksi maupun pujian setinggi langit atau celaan sedalam lautan, asalkan sesuai fakta. Terimakasih. Ayo menulis. Ada kemauan, ada jembatan!

Advertisements

38 thoughts on “Rahasia Umum”

    1. Wassalam saudara Fahrul.
      TQ.
      Gampang sekali cara ngirimnya, sama dengan cara mengirim jenis tulisan lain ke Harian Aceh. Lampirkan fille (cang panah) di emailmu. Tuliskan di judul surat: cang panah-(Judul Cang Panah). Di tubuh surat, tuliskan salam buat redakasi dan tuliskan sedikit biodata di bawahnya.
      Lalu kirimkan ke: redaksi@harian-aceh.com
      Untuk tulisan Cang Panah, panjangnya biasa antara 300-700 kata.
      Selamat mencoba.

    1. Yah, jantungku hampir jatuh membaca tanggapanmu. Terlalu mudah Mutia menyerah. Bukankah JK Rowling pengarang Harry Potter mempunyai kisah hebat di balik karya hebatnya itu?
      Sekilas. JK Rowling seorang perempuan Inggris miskin. Suatu hari saat ia duduk di dalam kereta api, otaknya bermain saat melihat sesuatu yang aneh menurutnya padahal hanya hal biasa, lalu ia pun berkeinginan menuliskan cerita fantasi. (Saya lupa ia melihat apa, hehe, maaf. Tapi benaran). Maka tak lama kemudian lahirlah Harry Potter edisi pertama. Setelah rangkum ceritanya, ia bawa naskah ke berbagai penerbit. Naskahnya selalu ditolak. Ceritanya jelek, kata penerbit. Namun JK Rowling tidak “given up”. Ia perempuan yang tak meyerah. Dia terus mengantarkan naskahnya ke segala jenis penerbit di kotanya. Hingga di penerbit yang ke sekian kali (ke-99 kalo saya tak salah), naskahnya diterima. Padahal penerbit itu sama sekali tidak terkenal. Namun setelah terbit dan beredar, karya JK Rowling mendapat sambutan yang luar biasa dari dunia, termasuk Mutia mungkin yang setidaknya telah mengikuti cerita Harry Potter yang sudah difilmkan. JK Rowling pun jadi kaya raya. Karya pertama, langsung hebat jika terus berusaha seperti pengarang cerita terlaris di dunia sepanjang masa itu.
      Mutia Firnanda, masihkah engkau berkata menyerah? Sudahlah, asah lagi penamu. Jangan menyerah, kata Ryan D’Massiv. Hehe

  1. Hey, aq jg penggemar harry potter, biografi jk rowling sudah terekam jelas d memori otak q, jd g usah d ceritakan lg,, he..he, barusan aq ngirim email ke serambi, moga aj d terima opini yg aq krm, he..he,

  2. novel ranah 3 warna karya A.fuadi keren banget tentang usahanya yang pantang menyerah untuk mejadi penulis. Udah baca??
    setelah membaca novelnya aku mejadi semangat lagi menulis, tapi beberapa hari kemudian semangat itu padam…, walaupun pak herman RN udah bilang kalo mahasiswa yang tulisannya nembus koran langsung dapat nilai A tuq pelajaran bahasa indonesia. tapi masalahnya adalah bangkit dari keterpurukan itu sangat susah!!,

    1. Aku sudah melihat kawanku yang sedang membaca Ranah 3 Warna. Tapi aku belum membacanya, cuma melihat kulitnya dan si kawan menyingkap halaman demi halaman novel itu. Hehe

      Waduh,, sayang kamu ini. Udah segitu dilucuti semangat sama Pak Herman RN dan buku itu, juga rahasia umum ini, blm bs membangkitkan semangatmu juga. Harus gimana lagi?
      Bangkit dong! Untuk menjadi penulis tak perlu semangat doang. Semangat itu hanya 9 % dari usahamu menjadi penulis. Selebihnya kemaun, kerja keras, dan pantang menyerah dalam berusaha menjadi penulis. Rajin membaca jangan lupa.
      Ya, kawan, cuma ini yang bisa kami berikan. Semangat saj tanpa kemauan diri sendri takkan berhasil. Maka, bangkitkanlah kemauanmu itu. Ayo, bangkit!

  3. Ya,
    masuk FLP biasanya dibuka pendaftaran dan lalu mgkuti kelas menulis intensif. Kalo ada kbar nanti kan kubri tahu.
    Do karim, ini lg buka pendaftaran trima angota baru. Info lbh lgkap, aku krg tahu. Nanti kulgkapi..

  4. Bang, banyak kawan2 yang bilang kalau cerpen saya bagus dan ceritanya menarik tetapi kenapa saya kirim kemedia masa belum pernah dimuat sekalipun? Apa cerpen yang dimuat itu mesti orang2 yang sudah dikenal dan juga terkenal.

    1. Tidak! Karya yang dimuat di media massa bukan untuk orang-orang yang sudah dikenal dan terkenal. Tapi siapa saja akan dimuat kalau memang karya itu layak muat. Layak muat bukan berarti tulisan itu bagus, tapi tergantung dengan keadaan sekitar tempat media itu berdiri. Juga tergantung momen.
      Sebagai contoh, ada karya saya (dimana saya belum terkenal, hehe) yang bagus menurut redaktur, tapi sengaja tidak dimuat karena takut akan lahir polemik yang berkepanjangan. Kemudian karya saya (dimana saya juga belum terkenal), “Punk juga Manusia” akhirnya dimuat. Karena selain gagasan baru di Aceh, juga tepat momen.
      Kemudian, ada cerpen bagus dan ceritanya menarik menurut kawan kita, tapi tak dimuat. Mungkin cerpen itu tidak menarik menurut redaktur cerpen. Atau mungkin karena cerpen itu tidak sesuai dengan karakter cerpen biasanya media itu. Atau karena tidak sesuai momennya. Atau karena, NASKAH CERPEN anda masuk dalam spam email redaksi, bukan masuk dalam inbox.
      Nah, jika masuk dalam spam, otomatis naskah kita tak akan pernah terbaca. Karena spam itu dianggam virus dan perusak.
      Saran saya, teruslah menulis. Tugas kita hanyalah menulis dan mengirimkan. Tugas redaktur adalah menolak atau memuatnya. Makanya, penulis harus sabar sambil terus berjuang! Hehe.

  5. Kalau mau ngirim tulisan ke media, biodata yg kita lampirkan apa-apa aja (perlu no rekening?). Serambi tidak mengkonfirmasi tulisan kita dimuat atau tidak, jadi masalah honornya gimana? terima kasih jawabannya 🙂

    1. Semua media mengharapkan pengirim karya untuk mencantumkan biodatanya, setidaknya CV dan scan kartu identitas.
      Serambi Inonesia, setahu saya, kalau penulisnya dari Aceh, ia tak mengirimkan honor melalui rekening, tapi si penulis harus datang langsung ke kantornya di Aceh Besar. Untuk penulis luar Aceh, barangkali akan dikirim melalui rekening. Karenanya, jika kawan2 dari luar Aceh, harap mencantumkan no rekening saat mengirim karya.
      Boleh saya tahu, kawan ini dari mana? Mohon kenalan.

  6. salam….sangat bermanfaat.klo pingin kirim opini keserambi,, dalam bnetuk soft copy…identitas kita dimana ya kita cantumin,,,maklum baru pemula…hehehehehehe

    1. Lampirkan saja. Di email, ada ruang attachment (lampiran). Nah, klik itu dan pilih fil yg mau dilampirkan. Baik itu tulisan maupun scan/foto. Tunggu hingga benar2 diunggah. Setelah itu, kirimkan saja. Good luck!

  7. ass bg makmur
    jujur saya dari dlu memang ingin menulis di serambi
    cman karna pengalam dan kekurangan saya di menulis ,,,saya tidk bsa berbuat apa-apa ,
    namun setelah saya baca dan mencoba tip2 yang abg tulis alhamdulillah saya jadi semangat untuk terus menulis walaupun byak yg bilang tulisan saya agak sedikit nggak bgus
    tapi saya terus dan terus mencba untuk menjadi penulis yang bisa diandalkan,,,,,,
    sekali lagi terimaksih banyak ya bg makmur dimila

  8. Wassalam… Terimakasih kembali. Biar orang berkata apa, yang penting terus menulis, cuma itu cara menulis: terus menulis! Orang yang mengomentari tulisanmu barangkali akan mengangkat dua tangan jika kita menyuruhnya menulis. Lebih baik menulis tak bisa bicara daripada berbicara tak bisa menulis. Tetap semangat.

  9. maaf sya trtarik juga dgn ulasannya..mau tanya untuk opini kita dikasih honor berapa apabila dimuat?apa prlu kasih no rek? sy tinggal di langsa. trimaksih

    1. Setiap tulisan yg dimuat Serambi pasti ada honornya. Kalo opini, sampe 2012, RP100 ribu. Tapi sejak medio 2013, kayaknya uda lebih besar, mungkin mungkin 150-200 ribu. 😀

      Biasanya, penulis ambil sendiri ka kantor serambi di Ingin Jaya, Aceh Besar. Kita dapat tarik honor sebulan paska tanggal pemuatan, datanglah setelah tanggal 7 setiap bulan. 😀 Kalo via rekening, saya kurang tahu. 😀

  10. terima kasih atas tips nya.
    semoga kita semua lebih semangat dalam menulis.
    semoga kiriman kita akan dimuatkan di media.

  11. saleum.. teurimong genaseh.. senang saya bacanya.. sudah lama saya mencoba untuk menulis…

    kalau boleh tanya untuk kolom citizen reporter ..bagaimana caranya..

    wassalam

    zulsan

Terimakasih telah berkunjung. Komentar Anda kebahagiaan kita. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s