Ilham dari Agam


Memiliki anak berkebutuhan khusus merupakan anugerah bagi pria ini.

Oleh Makmur Dimila

Taman Observasi Terapi Wicara dicetus oleh Saluddin Al Cassany, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sabang (STIES) Banda Aceh sekarang. Ditemui di ruangannya pada sore 21 Januari 2016, pria beruban ini sedang bersama Agam Rahmatamminna, putranya yang juga mengidap autisme.

Dia cerita, Agam lahir pada 1996 dengan kondisi normal. Bahkan sudah bisa berujar “Mama”, “makan”, saat berusia belum genap dua tahun. Namun kelainan muncul menjelang umurnya tiga tahun.

Sekitar 2001, Saluddin membawa putranya ke Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Banda Aceh di Merduati—sekarang sudah pindah ke Santan, Ingin Jaya, Aceh Besar. Continue reading “Ilham dari Agam”

Mengintip Dunia Autisme di Terapi Wicara


Jangan diam jika melihat anak berbicara sendiri atau berlagak semaunya. Bisa jadi ia salah satu anak berkebutuhan khusus di Aceh yang perlu segera diterapi.

Oleh Makmur Dimila

Ryni Afrianti memperlihatkan Alif selembar puzzle bergambar mata manusia. Keduanya duduk saling menghadap di meja kayu. Namun anak berusia lima tahun itu tidak menatap balik sang terapis.

“Maaa-ta!” Suara perempuan yang disapa Rini itu sedikit meninggi, memancing konsentrasi Alif. Continue reading “Mengintip Dunia Autisme di Terapi Wicara”