Aceh Women for Media


Perempuan berambut keriting pirang melenggang masuk ruangan. Dengan wajah sumringah menonjolkan matanya yang biru laut. Amy Mullins, namanya. Cukup terkenal bagi pengguna sosial media di Australia. Khususnya melalui akun Twitter, dia mengangkat isu-isu kesetaraan gender.

Tahun lalu, ada suatu konferensi tentang kebijakan perekonomian yang hanya menghadirkan 8 (delapan) pembicara lelaki. Amy dan kawan-kawannya dari Women’s Leadership Institute Australia (WLIA)—Lembaga Kepemimpinan Perempuan Australia—mentweet Event Organizer tersebut. Dia menyebutkan 8 perempuan yang layak bicara untuk konferensi itu. Namun tidak digubris.

“Tapi tahun ini, EO yang sama akhirnya minta kepada kami beberapa perempuan untuk acara tersebut,” cerita Amy, awal Mei 2015 itu. Continue reading “Aceh Women for Media”

Advertisements

Kala Perempuan Memecah Kebisuan


jhon illusion

Oleh Makmur Dimila

//1//

“STOP sepak terjang murahanmu. Jangan jual Aceh!”

Seseorang memanggil Naimah Hasan dari luar rumahnya pada pagi 25 Februari tahun 2000. Saat itu, dia tengah menyiapkan sarapan pagi untuk suami dan anak-anaknya. Bergegas ia keluar dan membuka pintu.

“Tante, itu ditempel di pintu,” tunjuk si tetangga.

Naimah melihat pintu depan rumahnya. Ia terperanjat. Satu kalimat teror di kertas karton menghujam pikirannya. Padahal kelelahannya mulai mereda setelah menyukseskan Duek Pakat Inong Aceh tiga hari silam. Continue reading “Kala Perempuan Memecah Kebisuan”