Mop-mop Dijelang Ajal


Puluhan tahun hilang dari belantika seni Aceh, seorang pemuda coba membangkitkan kembali mop-mop yang khas dan rumit. Berhasil?

Oleh Makmur Dimila

Mop-mop adalah sebuah kesenian menyampaikan pesan-pesan moral dengan perpaduan seni tutur, tari, teatrikal, dan musik, yang dimainkan tiga pemeran dengan setting rumah tangga. Namun keunikan seni tradisi itu tenggelam oleh hegemoni seni-seni kontemporer.

Nyakman Lamjamee terenyuh melihat kondisi itu. Ia ingin perkenalkan kembali. Diamatinya, ada tiga pria tua di Krueng Mane, Aceh Utara, yang sudah memainkan mop-mop tiga dekade lebih. Continue reading “Mop-mop Dijelang Ajal”

Advertisements

Ilham dari Agam


Memiliki anak berkebutuhan khusus merupakan anugerah bagi pria ini.

Oleh Makmur Dimila

Taman Observasi Terapi Wicara dicetus oleh Saluddin Al Cassany, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sabang (STIES) Banda Aceh sekarang. Ditemui di ruangannya pada sore 21 Januari 2016, pria beruban ini sedang bersama Agam Rahmatamminna, putranya yang juga mengidap autisme.

Dia cerita, Agam lahir pada 1996 dengan kondisi normal. Bahkan sudah bisa berujar “Mama”, “makan”, saat berusia belum genap dua tahun. Namun kelainan muncul menjelang umurnya tiga tahun.

Sekitar 2001, Saluddin membawa putranya ke Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Banda Aceh di Merduati—sekarang sudah pindah ke Santan, Ingin Jaya, Aceh Besar. Continue reading “Ilham dari Agam”

Mengintip Dunia Autisme di Terapi Wicara


Jangan diam jika melihat anak berbicara sendiri atau berlagak semaunya. Bisa jadi ia salah satu anak berkebutuhan khusus di Aceh yang perlu segera diterapi.

Oleh Makmur Dimila

Ryni Afrianti memperlihatkan Alif selembar puzzle bergambar mata manusia. Keduanya duduk saling menghadap di meja kayu. Namun anak berusia lima tahun itu tidak menatap balik sang terapis.

“Maaa-ta!” Suara perempuan yang disapa Rini itu sedikit meninggi, memancing konsentrasi Alif. Continue reading “Mengintip Dunia Autisme di Terapi Wicara”

Rubama, Srikandi dari Nusa


Jika lelaki sudah enggan, izinkanlah perempuan membangun gampong.

Oleh Makmur Dimila

Patung perempuan berdiri bertuliskan “Perempuan Inspiratif Nova 2013” pada kaki plakatnya cukup menarik perhatian. Agak tersembunyi di salah satu kolom rak buku pribadi Rubama, di satu sisi luar rumah panggungnya. Itulah bukti fisik yang dibawa perempuan kelahiran 17 Agustus 1985 ini dari Bandung pada Desember 2013.

Saat itu, berdasarkan perjuangan sosialnya di Gampong Nusa, Mukim Lhoknga, Aceh Besar, ia direkomendasikan oleh aktivis gerakan perempuan di Aceh menjadi salah satu nominator Perempuan Inspiratif Nova. Continue reading “Rubama, Srikandi dari Nusa”

TMII Online, 30 Menit Keliling Indonesia


maskot TMII

Tahukah Anda?

Marco Polo dan Kristoforus Kolumbus barangkali membawa serta peta saat melakukan perjalanan dari Eropa ke Timur. Tapi Marco Polo dan Kolumbus jaman sekarang cukup bawa gadget atau smartphone. Misal mau keliling Indonesia, cuma butuh waktu 30 menit!

Kemampuan menjawab zaman itulah yang dilakukan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) setelah berusia 39 tahun. Kini TMII siap-siap menerima tamu di dua dunia: nyata dan maya. Jika dulu harus ke Jakarta Timur untuk melihat karakter 34 daerah di Indonesia, sekarang bisa di mana saja, dengan modal telepon pintar dan koneksi wifi. Continue reading “TMII Online, 30 Menit Keliling Indonesia”

Senyum Indonesia Hebat


Percaya atau tidak, orang Indonesia gemar menyuguhi senyum yang menyiratkan rasa senang atau bahagia. Dalam menulis pesan pendek pun, kebanyakan kita tak lupa membubuhi tanda emot senyum di akhir pesan. Begitpun iklan—dalam berbagai konteks—di media massa yang dominan menampilkan senyuman.

Senyum pemuda Indonesia di Kota Tua Jakarta akhir Desember 2013.
Senyum pemuda Indonesia di Kota Tua Jakarta akhir Desember 2013.

Baru-baru ini ada survei dunia menyebutkan, lebih dari 55 persen warga negara Indonesia mengaku sangat bahagia dengan situasi yang dialami saat ini. Angka tersebut paling tinggi dibanding dengan warga dari 23 negara lainnya yang disurvei oleh IPSOS, perusahaan global dalam bidang kajian iklan, pemasaran, dan media. Continue reading “Senyum Indonesia Hebat”

#9thnTsunami, Inner Beauty Museum Tsunami


Salah satu trending topic paling sering disebut setelah peristiwa tsunami Aceh 2004 adalah Museum Tsunami karya Ridwan Kamil. Bentuknya mirip rumah panggung khas Aceh. Konsepnya bukit evakuasi gempa. Menyerupai geladak kapal bila dilihat dari samping.

Miniatur Museum Tsunami. Foto : Julimar/museumgeologi.wordpress.com
Miniatur Museum Tsunami. Foto : Julimar/museumgeologi.wordpress.com

Pengunjung dengan arsitektur unik itu diharapkan dapat merasakan kejadian tsunami 9 tahun lalu. Tapi hingga beberapa tahun setelah diresmikan pada 2009, tampaknya museum tsunami tidak mendunia sebagaimana mengglobalnya nama Aceh pascatsunami. Dengan kata lain, museum tsunami bagai perempuan jelita dari luarnya tapi tidak memiliki “inner beauty” yang memberikan nilai lebih. Continue reading “#9thnTsunami, Inner Beauty Museum Tsunami”