Ketika Punya Kamera Menjadi Trendi


Banda Aceh dari Kampung Jacky Chan. Foto ini hasil efek shaking yang tanpa sengaja kamera bergetar saat merekam.
Banda Aceh dari Kampung Jacky Chan. Foto ini hasil efek shaking yang tanpa sengaja kamera bergetar saat merekam. (Dok. Me)

Sebelum tsunami melanda Aceh pada 2004, jumlah pengguna kamera digital di Aceh dapat dihitung jari. Paling.. wartawan foto atau penyewa jasa foto pesta nikah. Satu-dua orang kaya yang menenteng kamera. Continue reading “Ketika Punya Kamera Menjadi Trendi”

Advertisements

Globalkan Aceh dengan Blog


SHBN & AHARI Blogger Nasional ditetapkan pada 27 Oktober 2007 oleh Menteri Komunikasi dan Informatika RI kala itu, Muhammad Nuh. Lantas siapa yang sangka setahun kemudian, pemuda Aceh mempopulerkan Hari Blogger Aceh pada 1 November 2008. Sungguh dunia telah didatarkan oleh akses internet. Beberapa platform  diciptakan, seperti blog. Continue reading “Globalkan Aceh dengan Blog”

Kuliah Demi Siapa?


kuliahIni lagi musim “tes masuk kuliah”. Hebohnya tak kalah dengan musim duren. Saya punya wejangan nih bagi calon mahasiswa,  mahasiswa, dan kampusnya. Saya harap ada api yang berkobar dalam tulisan ini untuk menyalakan semangat kalian.

GELAR sarjana menjadi kebutuhan pokok masyarakat Indonesia saat ini. Penamatan strata satu (S1) semacam batu loncatan untuk menempuh hidup pada tingkat dewasa akhir. Lulusan SMA pun berlomba-lomba masuk perguruan tinggi. Lantas, demi siapakah mereka kuliah? Untuk memenuhi tuntutan orangtua atau membantu majukan kualitas pendidikan? Continue reading “Kuliah Demi Siapa?”

‘Conflict Aceh Year’


TAHUN 2013 yang telah dicanangkan sebagai Tahun Kunjungan Aceh (Visit Aceh Year), sejatinya dipenuhi dengan berbagai event wisata, ternyata nyaris sama dengan tahun-tahun sebelum perundingan damai yang melahirkan MoU Helsinki. Melihat berbagai konflik kecil yang terjadi di tengah masyarakat kita dalam beberapa bulan terakhir, baik disebabkan kesenjangan sosial maupun politik, program tadi terkesan menjadi tahun konflik alias “Conflict Aceh Year 2013”. Continue reading “‘Conflict Aceh Year’”

Meng-LPJ-kan Beasiswa


Pengadaan beasiswa bagi mahasiswa sangat penting dalam memajukan pendidikan Aceh. Apalagi jika penerima beasiswa  hanya mahasiswa yang memiliki kelebihan tertentu. Tak disama-ratakan. Ini dapat memotivasi yang lainnya. Kecuali itu, pemberian beasiswa dapat membantu ringankan beban orangtua mahasiswa, sehingga secara tak langsung, mengurangi angka kemiskinan di Tanah Rencong.

Sejatinya pemberian beasiswa untuk meningkatkan mutu pendidikan bangsa. Namun begitu, ia juga tak menjamin mendongkrak kualitas intelektual para penerimanya. Sebab mereka menggunakan beasiswa bukan untuk keperluan penunjang pendidikan, melainkan untuk membeli aksesoris demi mendongkrak penampilan diri. Inilah yang menjadi tugas Pemerintah Aceh sekarang atau ke depan. Continue reading “Meng-LPJ-kan Beasiswa”

Siapa yang Menangis Bila Kita Mati?


Suasana duka, seduka-dukanya, telah menyelimuti kampungku di Sigli pada awal Agustus 2012 yang gersang. Seseorang meninggal dunia pada Selasa malam. Seorang lagi menyusul Rabu sore. Saat para penggali kubur belum meluruskan ototnya, seorang lagi berpulang ke Sang Pencipta pada Kamis dini hari. Continue reading “Siapa yang Menangis Bila Kita Mati?”

‘Menyekolahkan’ Plagiarisme


ARTIKEL “Plagiat, Pelacuran Intelektual” yang ditulis Arkin di rubrik Opini Harian Serambi Indonesia (Sabtu, 18 Februari 2012), menarik sekali. Pada awalnya, usaha Arkin mengajak pembaca agar tak mengampuni para plagiator cukup elegan. Tapi, lima hari kemudian, ia merilis “Permohonan Maaf” di Harian yang sama (Kamis, 23 Februari 2012) atas dugaan plagiat terhadap dirinya. Ia mengaku kurang paham etika mengutip karya orang lain untuk menguatkan argumen di dalam artikelnya itu.

Dalam tempo dua bulan pertama selama 2012, setidaknya telah terjadi tiga kasus plagiat dan dugaan plagiat yang mencuat di media massa, sampai-sampai marak diperdebatkan di jejaring sosial. Dan patut diduga, masih banyak kasus plagiarisme di Aceh yang terpendam, terutama di kalangan akademisi. Dari itu, kiranya perlu dijelaskan lagi apa itu plagiarisme, agar menjadi pengingat ketika kita hendak mengutip tulisan atau gagasan orang lain. Continue reading “‘Menyekolahkan’ Plagiarisme”